Berita UtamaPolitik
Trending

PDIP Digeser PKS

Pileg Kota Bekasi 2019 Aman

Illustrasi PKS
Illustrasi

Radarbekasi.id – Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Kota Bekasi menunjukan kekuatannya pada Pemilu tahun ini. Ya, partai berlambang bulan sabit kembar ini mengantongi suara tertinggi dan menggusur Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Usai proses rekapitulasi berakhir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, PKS dan PDIP sama-sama berhasil mengamankan 12 kursi DPRD Kota Bekasi. Di setiap daerah pemilihan (dapil) keduanya mampu mengantarkan dua caleg duduk di kursi legislatif.

Namun untuk perolehan suara, PKS lebih unggul dibandingkan dengan PDIP, di enam dapil PDIP memperoleh secara keseluruhan sebanyak 240.728 suara, sementara PKS berhasil meraup 267.330 suara. Sementara pada Pileg 2014 lalu, PDIP meraih 247.020 suara dengan 12 kursi dan PKS 106.703 suara atau 7 kursi.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kota Bekasi, Nicodemus Godjang mengakui keunggulan PKS di Kota Bekasi berdasarkan hasil Pemilu serentak beberapa waktu lalu.

Terkait dengan kursi pimpinan dewan yang terpaksa harus diberikan kepada PKS, ia mengatakan PDIP harus menerimanya karena ini merupakan hasil dari proses pemilihan umum yang telah dilaksanakan oleh masyarakat.

“Saya melihat memang itu lah hasilnya. Ya nggak ada masalah (ketua DPRD PKS) itulah proses pemilu kan, kita harus legowo bahwa PKS suaranya lebih banyak,” katanya, Minggu (12/5).

Sementara itu Ketua fraksi PKS, Chairoman Joewono Putro mengatakan, sesuai dengan Undang-undang Pemilu maka ketua dewan akan dipegang oleh partai dengan jumlah suara terbanyak setelah jumlah kursi yang diperoleh sama banyak.

“Betul sesuai dengan UU pemilu ya, jadi pada saat dua atau lebih partai gitu memiliki jumlah kursi yang sama berarti penetapan ketua DPRD sesuai dengan jumlah suara,” terangnya.

Terkait dengan sosok ketua dewan yang akan diusulkan oleh PKS, Chairoman tidak berkomentar karena itu akan disampaikan oleh ketua DPD PKS. Kemenangan PKS di Kota Bekasi ini katanya diikuti oleh delapan kabupaten kota di Jawa Barat.

Ia mengakui ada lompatan espektasi perolehan suara oleh PKS, dimana sebelumnya partai ini tidak termasuk kedalam partai yang diprediksi akan tersentuh efek pilpres untuk mendulang suara. Ia menilai ada harapan baru umat yang menimbulkan efek politik kepada partai PKS sehingga mampu untuk menarik perhatian masyarakat, tantangan selanjutnya yang harus dihadapi oleh PKS adalah mampu atau tidak untuk menangkap harapan masyarakat sehingga akan bertahan sampai pada momen pemilu tahun 2024.

“Menariknya itu adalah apa makna politis dari itu, tapi kalau PKS dipastikan memiliki korelasi dengan dinamika politik umat, karena memang PKS dianggap representasi dari politik keislaman,” imbuhnya.

Sementara itu, proses rekapitulasi dan perhitungan suara ditingkat kota yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi ditutup dengan tertib, Jumat (10/5). Pada pleno dihari terakhir tersebut hadir Wakil walikota Bekasi, Kapolres, Dandim dan perwakilan dari tokoh masyarakat.

Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, proses rekapitulasi sejak awal hingga berakhir malam itu berlangsung dengan aman. Pihaknya mengapresiasi seluruh penyelenggara Pemilu yang terlibat selama proses pemungutan hingga rekapitulasi berakhir.

“Ini memberikan suatu harapan yang cukup besar bahwa proses mulai dari awal pemungutan kemudian hitung dan hari ini di plenokan berjalan dengan sangat lancar, hampir tidak ada intrik-intrik pada saat proses pelaksanaan,” katanya.

Tri melanjutkan, berjalannya proses pemilihan umum yang terselenggara dengan aman dan lancar di Kota Bekasi tersebut memberikan satu harapan besar bahwa masyarakat Kota Bekasi dapat menerima segalan macam perbedaan ditengah-tengah masyarakat.

Ia meminta kepada seluruh peserta pemilu untuk mensosialisasikan hasil dari pleno KPU Kota Bekasi kepada masyarakat Kota Bekasi, sementara untuk hasil final masyaraat diminta untuk tetap menunggu hasil dari KPU RI.

“Malam hari ini situasinya kekeluargaan, kondusif itu yang paling penting. Dan yang paling penting adalah bagaimana kita mensosialisasikan kepada seluruh warga masyarakat bahwa tidak ada inervensi pemerintah, kemudian dari aparat keamanan kita semua berjalan sejalan sesuai dengan konstutional yang sudah diamanatkan,” imbuhnya di Kantor KPU Kota Bekasi.

Disaat yang sama, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan, setiap harinya personil kepolisian disiagakan 150 personil untuk mengawal proses rekapitulasi di tingkat KPU Kota Bekasi.

Ia menerangkan bahwa termasuk dengan gudang penyimpanan logistic akan dijaga sampai dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. “saya lihat tadi sudah bagus, walaupun didalamnya potensi kerawanan relative rendah, karena tadi kalau kita lihat para saksi, para penyelenggara pemilu saling berinteraksi dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi, KH Ahmad Sidik menilai perjalanan penyelenggaraan pemilihan umum di Kota Bekasi berjalan dengan baik dan kondusif. Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap bersabar menunggu pengumuman yang disampaikan oleh KPU pusat.

“Ya, masyarakat tetap menunggu sampai pengumuman resmi dan tetap menjaga kondusifitas,”ungkapnya sesaat sebelum meninggalkan gedung KPU Kota Bekasi.(sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker