CikarangPendidikan

Pemkab Bekasi Dukung Pendidikan Vokasi 

IMG-20190513-WA0003-01

FOTO BERSAMA: Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto (keempat kanan) berfoto bersama saat hadir dalam groundbreaking Politeknik Manufactur Astra di Kawasan Industri Delta Silicon II belum lama ini. IST/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendukung pembangunan Politeknik Manufacturing (Polman) Astra yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon 2 belum lama ini. Pembangunan tersebut dinilai sebagai wujud komitmen astra untuk memajukan pendidikan vokasi di Indonesia.

Asisten Pemerintahan dan Kerjasama Pemkab Bekasi, Carwinda mengapresiasi dibangunnya gedung baru Politeknik Manufactur Astra di Cikarang. Karena, dinilai dapat bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan terutama putra-putri yang ada di Kabupaten Bekasi.

Ia mengharapkan kampus tersebut dapat berkontribusi dalam meningkatkan SDM khususnya di Kabupaten Bekasi serta menunjang link and match yang berkompeten.

IMG-20190513-WA0005-01
SAMBUTAN : Asda I Pemkab Bekasi, Carwinda memberikan sambutan pada kegiatan ground breaking Politeknik Manufactur Astra di Kawasan Industri Delta Silicon II belum lama ini. IST/RADAR BEKASI

Saya berharap dapat memacu untuk anak-anak yang ada di Kabupaten Bekasi agar bisa belajar, sehingga kita bisa sama-sama memajukan negara dan bangsa ini,” singkatnya.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijonon Sugiarto menuturkan, kampus ini akan menjadi kampus terbesar setelah kampus Polman Astra di Sunter, Jakarta Utara.

Kata Prijono, kampus yang dirancang dengan konsep green campus di atas tanah seluas lima hektare dengan total luas bangunan 47 ribu meter persegi ini dilengkapi dengan fasilitas penunjang kegiatan perkuliahan. Yakni, ruang pembelajaran, laboratorium, workshop, teaching factory serta asrama untuk mahasiswa baru.

Kapasitas kampus baru ini diharapkan empat kali lebih besar dibandingkan kapasitas kampus yang ada saat ini,” bebernya.

Menurutnya, pendidikan vokasi termaju saat ini ada di Jerman. Sebab, mampu mengekspor delapan kali lebih banyak dari Indonesia dengan jumlah penduduk yang tidak sebanyak Indonesia.

“Saya coba pelajari, di Jerman usia 16 tahun sudah bisa memilih melanjutkan ke pendidikan vokasi atau ke SMA. Pendidikan vokasi dipelajari secara langsung lewat praktik lapangan dari Senin hingga Jumat, sisanya teori. Jadi di sana murid mempelajari pendidikan vokasi penuh. Ini yang membuat Jerman unggul,” ucapnya.

Prijono menambahkan, semua bidang pekerjaan pasti ada pendidikan vokasinya. Hanya saja, di Indonesia porsi pendidikan vokasi masih minim dibanding teorinya atau hanya sekitar 30 persen.

“Di Astra, pendidikan vokasi ini sudah dilakukan sejak 23 tahun lalu. Alangkah baiknya, pendidikan vokasi ini bisa bersinergi dengan pelaku industri di kawasan ini dan mendapat dukungan penuh pemerintah,” ungkapnya.

Selain groundbreaking pembangunan kampus, Astra juga meluncurkan Program Sertifikasi Astra Meister yang merupakan program sertifikasi kompetensi profesi dengan kualifikasi kompetensi lanjut untuk berbagai program profesi yang diakui pemerintah dan industri.

Sertifikasi Astra Meister ini merupakan salah satu acuan keberhasilan industri di Jerman untuk tetap unggul dalam menghasilkan produk yang berkualitas serta pelayanan terbaik.

“Program ini setingkat SMK namun dengan kualifikasi keterampilan yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas,” tutupnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mendukung penuh berdirinya Polman Astra. Ia mengatakan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir terjadi stagnasi terhadap Politeknik.

”Kita akan terus tumbuh kembangkan karena politeknik ini akan menghasilkan tenaga kerja yang siap bekerja, jadi semua nanti kita dorong, sehingga kita bisa menghasilkan SDM yang handal,” kata Airlangga

Lanjutnya, Pemerintah juga akan mendorong sertifikasi yang dilakukan setara dengan pendidikan di Jerman supaya tenaga kerja di Indonesia juga mempunyai pengalaman untuk bekerja di luar negeri.

“Jepang juga sudah akan membuka tenaga expert atau magang untuk sekitar empat tahun begitu juga dengan Jerman akan membutuhkan banyak tenaga kerja skill termasuk di indonesia. Tentunya kesempatan- kesempatan ini yang terkait pemagangan tenaga kerja di luar negeri berbasis industri, diharapkan mempunyai full of talent yang sangat luas yang nantinya akan bisa membangun industri di indonesia,” pungkasnya.(and/adv)

Tags
Close