Berita UtamaCikarangPemiluPeristiwaPolitik

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Pengeroyokan Saksi Partai NasDem 

12 TPS Masuk Kategori Rawan
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi belum menetapkan tersangka terkiat pengeroyokan yang menimpa salah satu saksi yang juga caleg dari Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Taih Minarno sampai dengan kemarin, Minggu (12/5) malam.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara menegaskan, sejauh ini sudah ada dua orang yang diamankan pihaknya. Salah satunya ialah Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Soleman.

Pihaknya juga telah meminta keterangan kepada tujuh orang saksi atas kasus tersebut.

Sudah ada dua orang yang diamankan saat di lokasi, saat ini kita masih mencari keterangan para saksi yang ada di lokasi,” ucapnya saat dimintai keterangan di Kantor KPU Kabupaten Bekasi, Minggu (12/5).

Untuk menetapkan kedua orang yang diamankan sebagai tersangka, kata Candra, dibutuhkan dua alat bukti yakni pendapat saksi ahli dan hasil visum. Sejauh ini, sudah ada satu alat bukti yang terpenuhi yakni hasil visum.

Untuk menetapkan tersangka harus gelar perkara dulu, tapi harus ada dua alat bukti, baru bisa naikan status sebagai tersangka,” tegasnya.

Sebelumnya, saksi dari Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Taih Minarno melaporkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman ke Polres Metro Bekasi. Hal itu menyusul pengeroyokan yang ia alami pada Minggu (12/5) dini hari.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Demokrat ini telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut sebagai laporan polisi bernomor LP/498/356 – SPKT/K/V/2019/ Restro Bekasi tanggal 12 Mei 2019.

Pria yang juga caleg dari Partai Nasdem ini menjelaskan kronologi peristiwa tersebut secara rinci.

Kata dia, usai rapat pleno penghitungan suara digelar, ia keluar ruangan dari Gedung Serbaguna Tambun dan sempat diwawancarai sejumlah awak media.

Kemudian, salah seorang saksi dari PDI P mendatanginya dan meminta Taih untuk bertemu Soleman. Alasannya, salah seorang saksi dari PKS ingin ketemu. Taih yang saat itu tidak tahu akan dikeroyok, langsung menghampiri Soleman.

Saat sampai, masih Taih, dirinya langsung disambut dengan lemparan bangku dari Soleman. Kemudian, disusul dengan pemukulan dari beberapa orang yang ada di sekitar lokasi.

Jadi saat saya menghampiri Soleman, saya langsung ditimpa (dilempar) dengan bangku, sebanyak dua kali, sambil ngomong Sok Tahu Lo. Jadi saya belum sempat ngomong apa-apa,” kata Taih saat ditemui di RSUD Cibitung. Minggu (12/5) sore.

Menurutnya, ada lima orang yang ikut mengeroyoknya. Namun ia mengaku, tidak melihat dengan jelas muka orang – orang tesebut.  Karena, ia sempat tak sadarkan diri.

“Pas ditendang saya jatuh, dan sempat tidak sadarkan diri. Makanya nggak melihat muka pelakunya, Pokoknya saya tidak tahu ada permasalahan apa dengan Soleman,” ujarnya.

Atas laporannya itu, Taih mengaku sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut.  “Untuk sekarang kita lihat saja proses hukum yang berlaku seperti apa. Yang jelas saya sudah lapor ke Polres Metro Bekasi,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Soleman mengatakan, peristiwa tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman.

Dia meminta, peristiwa tersebut tidak perlu dilebarkan. Karena Partai Nasdem, dan PDIP merupakan Partai Koalisi TKN yang ada di Kabupaten Bekasi.

Kami saat ini sedang bekerja, tidak usah panjang lebar, antara PDIP dengan Ketua DPW (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin, sudah komunikasi. Itu hanya kesalahpahaman,” katanya, Minggu (12/5). (pra)

Tags
Close