Berita UtamaPolitik

Caleg Senior Tumbang

Caleg Gagal Bekasi 2019
Caleg Gagal Di Pemilu 2019

Radarbekasi.id – Sejumlah Calon anggota legeslatif (Caleg) petahana di Kota Bekasi, terpaksa harus tumbang dalam Pemilu Legeslatif (Pileg) 2019 ini. Tidak hanya itu, beberapa ketua partai politik pun harus legowo menerima hasil perolehan suara yang kurang memuaskan.

Salah satu ketua partai sekaligus Caleg petahana yang gagal menuju kursi legeslatif, Ronny Hermawan mengatakan, tidak terpilih kembali sebagai anggota DPRD Kota Bekasi merupakan resiko yang harus dihadapi. Pasalnya, ia memilih bertarung di dapil dua dimana suara partai Demokrat relatif kecil pada tahun 2014 lalu.

Katua DPC Demokrat Kota Bekasi ini mengatakan, hasil perolehan suara partai di Dapilnya mengalami peningkatan dibandingkan lima tahun yang lalu. Pada tahun 2014 partai Demokrat mendapatkan enam ribu suara sementara pada Pemilu serentak 17 April 2019 lalu berhasil meraup suara hampir 10 ribu.

“Komitmen saya sebagai ketua partai didalam rapat pleno proses penyusunan caleg adalah membesarkan suara partai, disaksikan oleh semua pengurus dan bakal Caleg. Sehingga saya pindah dapil ke yang suaranya kecil se-Kota Bekasi,” katanya, Selasa (14/5).

Dirinya merasa bangga meskipun tidak kembali tepilih sebagai anggota dewan, hal itu ditengarai oleh naiknya suara partai dibandingkan tahun 2014 lalu.

Menurutnya membesarkan partai bisa dilakukan baik didalam maupun diluar parlemen, seperti ketua partai lainnya yang tidak menjabat sebagai anggota dewan. Ia mengakui selama proses pencalegan cukup menguras tenaga dengan harus turun langsung ditengah-tenagh masyarakat.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah menaruh kepercayaan terhadap partai Demokrat, khususnya kepada dirinya pribadi. Ronny berkomitmen untuk membuka pintu pengaduan dan aspirasi bagi warga Kota Bekasi melalui partai maupun empat anggota legislatif yang duduk di kursi DPRD Kota Bekasi hasil pemilu serentak beberapa waktu lalu.

“Mungkin saya tidak akan caleg lagi, tapi saya sebagai motivator kepada kader saja agar nanti partai Demokrat bisa melahirkan banyak politisi yang baik. Banyak ketua partai yang tidak di parlemen, jadi sama saja kok,” ungkapnya.

Sementara itu DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bekasi menaruh harapan baru kepada delapan anggota legislatif baru yang memiliki suara mumpuni untuk mewakili partai.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kota Bekasi, Nicodemus Godjang kepada Radar Bekasi mengungkapkan ada delapan anggota Caleg Baru yang memiliki suara mumpuni untuk mewakili partai berlambang banteng tersebut, sementara empat kursi diantaranya masih diduduki oleh anggota legislatif yang sebelumnya juga menjabat.

“Yang baru delapan, yang lama empat. Lebih bagus itu yang kami harapkan, semuanya bagus tapi mudah-mudahan ini yang lebih bagus dan sepertinya seperti itu,” ungkapnya.

Baginya semua Caleg PDIP sudah berusaha dengan maksimal untuk meraih suara pada pemilu serentak beberapa waktu lalu, namun baginya satu kontestasi harus menghasilkan pemenang dan ada yang harus menerima kekalahan dengan rendah hati.

Sementara itu, dosen komunikasi politik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Saeful Mujab menilai, tumbangannya calon anggota legislatif petahana dalam Pemilu 2019 dinilai sebagai akibat dari mengecewakan rakyat sebagai pemilihnya. Masyarakat saat ini dinilai lebih rasional dan melek politik.

”Pemilu saat ini beda. Masyarakat bisa lebih tahu kinerja para caleg. Mungkin hal itu salah satu faktor tumbangnya petahana. Warga sudah tahu jejak digital caleg, baik maupun buruknya,” katanya kepada Radar Bekasi.

Menurut nya, masyarakat saat ini lebih rasional dalam memilih dan melihat kinerja anggota legislatif maupun pemerintahan. Banyak politikus yang mengecewakan dan hanya menebar janji politik, namun tidak ditepati.

”Warga pasti melihat, anggota legislatif itu dalam lima tahun ngapain saja. Warga menjadi ingin tahu, sehingga menjadi pertimbangan saat memilih. Atas hal itulah kini banyak pendatang baru. Kondisi itu pun terjadi hampir di seluruh Indonesia.” paparnya.

Menurutnya, banyaknya wajah baru yang terpilih karena memiliki komunikasi politik yang inovatif dan lebih mengena pada pemilih. Termasuk mudah memasuki ruang-ruang milenial dan belum ada cela negatifnya.

”Strategi (caleg) yang baru tepat dan lebih inovatif daripada petahana. Terlebih politisi senior. Lebih gaul mendekati pemilih, sehingga wajah baru justru mendapat tempat di hati masyarakat. Warga pun menilai, paling tidak ada penyegaran untuk mewakili masyarakat di parlemen,” ujarnya.

Pria bertubuh tegap ini menambahkan, faktor lain gugurnya petahana juga bisa disebabkan banyaknya sorotan langkah anggota tersebut dalam melaksanakan tugas dan fungsi. ”Nah, yang berhasil terpilih dari petahana saya melihat mereka berhasil mempertahankan konstituennya dan bisa membuktikan kinerja kepada dapil. Selain itu, faktor keberuntungan juga,” tuturnya.

Dia menegaskan, caleg pendatang baru yang terpilih harus bisa membuktikan dan berkerja progresif. Apabila hal itu tidak dilakukan, pemilu mendatang bisa saja tergusur dan tidak terpilih kembali.

”Pokoknya yang baru harus membuktikan segera janji dan tugas politik. Karena itu, jangan sia-siakan apalagi saat ini politik sangat menjadi perhatian masyarakat. Jejak digital pun harus dilakukan untuk membuktikan hal tersebut,” pungkasnya. (sur/mif)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker