Metropolis

Dinkes Cek Makanan Kemasan

Intens Lakukan Pengawasan Selama Ramadan

Dinkes Cek Makanan Kemasan
SIDAK: Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi ketika melakukan pengecekan produk kemasan disalah satu pusat perbelanjaan di Kota Bekasi. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah Kota Bekasi.

Para petugas memeriksa masa kadaluarsa makanan. Dalam sidak itu, petugas juga meminta pihak pasar modern untuk selalu mengawasi makanan segar dan olahan yang dijualnya.

Kepala UPTD Instalasi Parmasi atau BPOM di Dinkes Kota Bekasi, Ansori mengatakan, pihaknya hanya melakukan pengawasan di makanan bermerek. Selama pengawasan di tiga pasar modern disebut lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Paling yang kita lakukan hanya mempertegas saja terhadap barang-yang akan di jualnya,” kata Ansori.

Selama dua hari ini, kata Ansori, tim Pemkot Bekasi sudah melakukan sidak di tiga pusat perbelanjaan, yakni Lotter Mart, Naga Swalayan, dan Giant Mega Bekasi Hypermall.

Dari hasil sidak sebelumnya, petugas juga menemukan beberapa makanan kaleng dan susu yang sudah tak layak jual. Sidak itu akan lebih ditingkatkan selama Ramadan. Ada 17 pusat perbelanjaan yang akan disidak selama Ramadan.

“Sepanjang tahun kami sidak, di bulan Ramdan lebih ditingkatkan lagi. Ada 17 tempat pusat perbelanjaan yang akan kami sidak, sejauh ini baru tiga,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menyampaikan, kegiatan sidak ini untuk memantau kondisi makanan yang dipajang di pertokoan selama bulan Ramadan.

 Pengecekan meliputi makanan kemasan seperti kue kering, parcel lebaran, hingga makanan kaleng.

“Kami melakukan pengecekan terhadap parcel hingga makanan kemasan kaleng yang mereka jual,” ujarnya.

Pada kegiatan itu pihaknya juga menurunkan UPTD POM Dinas Kesehatan. Salah satu tugas UPTD POM agar dapat memeriksa teliti makanan-makananan tersebut sehingga semua barang konsumsi layak diedarkan kepada masyarakat.

“Sehingga tidak ada makanan yang tidak layak konsumsi beredar selama bulan Ramadan ini,” katanya.

Dari hasil pengecekan, pihaknya menemukan sejumlah makanan kaleng dalam kondisi tidak layak, seperti pada sarden dan susu kaleng. Kemasan produk diketahui dalam kondisi rusak.

“Kami akan buatkan berita acara pemeriksaan untuk kemudian diserahkan kepada pihak Lotte Grosir agar dilakukan retur,” ungkapnya. (pay/adv)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − eight =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker