Pendidikan

Kita pun Bisa Menjadi Kartini Milenial

Oleh: Yuli Astuti

Radarbekasi.id – Kartini, nama yang tak pernah asing dibenak kaum wanita bahkan sangat luas dikalangan masyarakat. Kartini selalu membahana, dari riwayat hidupnya, biografinya bahkan dari seluruh perjuangannya. Kartini tak pernah hilang di muka bumi ini, sosok wanita hebat, ibu hebat yang memperjuangkan emansipasi wanita. Tanpa perjuangannya mungkin nasib wanita bangsa ini tak seperti sekarang. Kartini dikenalkan mulai dari anak-anak yang melakukan peringatan hari Kartini tepatnya pada 21 April. Momen yang banyak ditunggu oleh anak-anak untuk menggunakan kebaya seperti Kartini gadis jawa tengah yang memakai kebaya setiap harinya. Memperingati hari Kartini tidak harus dengan kebaya, apalagi momen hari Kartini yang selalu berubah seiring waktu. Saat ini momen hari Kartini bersamaan dengan hari libur dan siswa -siswi kelas VI dan SMP sedang melaksanakan ujian nasional sekolah dan UNBK. Beberapa Lembaga sekolah tidak melaksanakan pawai pakaian adat, namun tetap Kartini selalu ada di hati kami sebagai guru dan pendidik.

Meneladani perjuangan Kartini lebih bermanfaat dengan melaksanakan kegiatan seperti menulis dan membagikan tulisan tersebut di harian media cetak ataupun online. Perjuangan Kartini harus selalu di teladani dan dilanjutkan dengan kegiatan yang bermakna. Kali ini menjadi seorang Kartini yang hidup di masa milenial perjuangannya tak seperti masa Kartini, sekarang semua lebih terbuka dengan media masa yang mudah kita akses. Mengajarkan pembentukan karakater yang menyeluruh dari mulai keluarga sampai sekolah. Tugas kita sebagai penerus Kartini memperjuangan hak dan martabat wanita, melakukan emansipasi di beberapa bidang. Sebagai guru kita juga bisa melakukan dan meneruskan perjuangan Kartini dengan memberikan pendidikan dan proses pengajaran yang sesuai di masa kini.

Berjuang dan terus berjuang dalam menyuarakan emansipasi wanita Kartini harus mengalami penderitaan dan halangan yang banyak. Demi membebaskan hak perempuan di masanya Kartini mengirimkan surat dan menuliskan buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Makna dari buku tersebut menggambarkan betapa perjuangan Kartini yang tidak mudah, penuh rintangan. Kini kitalah yang meneruskannya. Di era digital inilah peranan kita dalam berjuang. Karakter anak bangsa ini banyak ternodai karena penggunaan media social yang kurang tepat, masih banyak pengguna akun sosial yang kurang memanfaatkan dengan baik. Hanya menuliskan hal negatif seperti keluhan, curhatan bahkan umpatan. Selain itu gim yang mengarah pada kekerasan mental dan fisik masih banyak betebaran di media sosial dan online. Perjuangan kita menjaga karakter anak-anak mulai dari keluarga. Dengan menguasai IT dan teknologi maka emak-emak Kartini milenial tidak akan gaptek dan tertinggal oleh perkembangan anak-anaknya. Guru adalah penerus Kartini dan di tangan gurulah karakter utama itu terbentuk. Kasih sayang dan ketulusan yang diberikan pada anak didiknya akan memudahkan perjalananya meraih cita-cita. Kartini milenial wajib paham perkembangan teknologi. Di kelas ketika mengajar, maka iapun harus berubah, tidak lagi menggunakan cara pembelajaran konvensional. Media yang di gunakan merupakan media teknologi yang sekarang melengkapi revolusi 4.0. Seluruh pembelajaran wajib menggunakan teknologi.

Kartini milenial tidak hanya menjadi guru dalam keluarganya namun bisa sekaligus menjadi guru bagi seluruh masyarakat dengan menggunakan media social yang possitif dan bermanfaat bagi orang lain. Kartini milenial bisa memanfaatkan teknologi untuk proses promosi karyanya dan sebagainya. Selain itu teknologi yang digunakan akan sangat membantu Kartini mileneal melakukan pembelajaraan di kelasnya. Semua perempuan bangsa ini bisa menjadi Kartini milenial yang memperjuangkan karakter anak-anak dengan seluruh tenaganya. Perjuangan yang penuh tantangan tetap membuat Kartini milenial memiliki karakteristik untuk menakhlukan tantangan di era digital ini. Beberapa sifat yang harus dimiliki Kartini milenial antara lain dengan memiliki jiwa semangat yang tinggi, menjaga dan berjuang tetap berprilaku baik sebagai seorang wanita, berpikir cerdas, kreatif dan inovatif dalam membaca informasi yang di tayangkan di media social, tetap menjunjung tinggi norma pergaulan meski sekarang sudah pasar bebas, menegakkan nilai agama yang kuat dalam diri dan lingkungan sekitar demi terwujudnya masyarakat milenial yang beradab, menjadi cerdas dan berprestasi bukan berarti merasa unggul karena sudah terkenal, tetaplah menjadi Kartini yang rendah hati, melakukan tugas dan kewajibannya di rumah sebagai pendamping suami, terus belajar menjadi ibu yang baik dalam keluarga dan melakukan kegiatan yang melibatkan peran ibu dengan anak-anak dalam keluarga. Memberikan family time setiap harinya meski pekerjaan padat dan banyak menyita waktu. Anak-anak memerlukan ibu yang kuat Tangguh dan cerdas. Menjadi Kartini mileneal yang di rindukan banyak orang dengan karyanya, dengan bantuanya dan dengan tenaganya.

Mengisi dengan perjuangan di setiap harinya tanpa Lelah akan memberikan hasil terbaik. Usaha maksimal meraih prestasi terbaik dengan karya yang bermanfaat bagi sesama. Karena usaha ang kita lakukan tidak akan pernah menghianati hasil. Berjuang dan terus berjuanglah Kartini-Kartini milenial dengan cara dan kemampuan masing-masing. Sebagai aktivis pendidikan dan menjadi guru maka kita berjuang dalam dunia pendidikan. Uluran tenaga yang kita berikan untuk anak-anak yang belum maksimal belajarnya di sekolah itu sangat berarti, anak-anak yang kita didik dengan sepenuh hati sangat membantu, motivasi mereka dengan cara memberikan teladan. Tidak ada anak yang bodoh semua memiliki kemampuan masing-masing, mereka memiliki hal terbaik yang ada pada dirinya. Allah menciptakan anak-anak kita dan mengamanahkan untukn kita didik agar menjadi khalifah yang rahmatan lil alamiin. Mendidik dan membesarkan mereka dengan cinta, penuh keteladanan karena itu yang pernah Kartini lakukan untuk anak-anak kurang beruntung di desanya.

Perjuangan dalam bidang pendidikan tak akan pernah berhenti. Perkembangan kurikulum yang begitu cepat membantu kita harus terus belajar dan belajar. Semangat dalam mendidik dan memberikan pendidikan adalah cara mengisi dan meneruskan perjuangan Ibu Kartini sebagai Kartini milenial. (*)

Guru SD Al Muslim

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker