Berita UtamaPemilu

Oknum PPK Tamsel Diduga Main Mata untuk Kurangi Jatah Kursi PKS

Oknum PPK Main Mata
ISTIMEWA/RADAR BEKASI
LAPOR: Saksi PKS saat melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan oleh PPK Tambun Selatan ke Gakkumdu Jawa Barat.

Radarbekasi.id – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tambun Selatan, diduga melakukan penggelembungan suara untuk mengurangi perolehan kursi DPR RI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil VII Jawa Barat. Penggelembungan suara tersebut diduga dilakukan untuk memuluskan langkah caleg dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk melenggang ke Senayan.

Koordinator Saksi PKS, Budi Purwanto mengatakan, pihaknya telah melakukan penghitungan internal berdasarkan data yg diperoleh dari saksi di tingkat TPS maupun PPK. Hasilnya, PKS mendapatkan dursi di dapil ini.

“Kursi yang kita dapat salah satunya adalah kursi ke 10. Kompetitor terdekatnya adalah Partai NasDem, selisihnya sekitar empat ribuan lah,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (14/5).

Perkiraan PKS ternyata meleset. Partai tersebut diprediksi hanya mendapat satu kursi untuk DPR RI dari Dapil Jawa Barat VII berdasarkan data dari KPU.

Hal itu baru diketahui ketika pleno rekapitulasi tingkat Kecamatan Tambun Selatan dilaksanakan. Dia menduga, PPK Tambun Selatan mengubah perolehan suara Partai Nasdem di Kelurahan Jatimulya.

“Kami mendapati ada selisih suara yang terutama selisihnya itu DPR RI di Kelurahan Jatimulya. Versi kita, dia (Partai NasDem) dapatnya 1.400 tapi dari DA1 yang dikeluarkan PPK dia dapatnya 7.500. Jadi selisihnya enam ribuan,” ujarnya.

Menurutnya, 6.000 suara yang bergeser ke Partai NasDem itu berasal dari beberapa partai. Jumlahnya bervarasi. Antara 600 sampai 1.500 suara.

Untuk memastikan hal itu, pihaknya meminta penyandingan data saat pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan. Namun ditolak oleh penyelenggara tingkat kecamatan. Dengan alasan keterbatasan waktu. “Padahal kalau secara aturan, PKPU 4 tahun 2019, ketika ada perselisihan itu diselesaikan di tingkatannya,” katanya.

Tidak sampai disitu, pihaknya kemudian melaporkan ke KPU Kabupaten Bekasi dan KPU Provinsi Jawa Barat. Laporan mereka juga tidak dapat ditindaklanjuti dengan alasan yang sama. Sehingga, pihaknya melapor ke Sentra Gakkumdu Jawa Barat. Laporan Nomor 015/PEN/LP/PL/Prov/13.00/V/2019, tertanggal 13 Mei 2019.

“Kami minta perolehan suara NasDem yang 1.400 ya ditulis 1.400, tidak usah dibikin jadi 6.000. Kembalikan semua ke data masing-masing sesuai C1 yang direkap di PPK. Jadi kursi yang harusnya jatah PKS kembali ke PKS bukan jatah NasDem,” tuturnya.

Terpisah, Ketua PPK Tambun Selatan, Sahil tidak merespon ketika dihubungi ke nomor telepon genggamnya. Begitu juga dengan Herdi, anggota PPK Tambun Selatan.

Sementara itu, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bekasi, Abdul Haris mengatakan, data dari PPK Tambun Selatan sudah terpenuhi secara prosedur administrasi.

“Harus dikroscek dulu (soal dugaan penggelembungan suara). Kalau kami di KPU, yang dibandingkan adalah dokumen-dokumen resmi. Jadi acuannya tidak masing-masing partai. Jadi selama dokumenmnya resminya masih sesuai, berarti tidak terjadi apa-apa secara administratif. Kecuali bisa dibuktikan dengan membandingkan dokumen resmi,” katanya.

Haris menyatakan, jika PPK terbukti melakukan penggelembungan suara maka akan dinonaktifkan. “Ya kita mengikuti keputusan hukum saja, kalau keputusan hukumnya seperti itu ya kita ikuti,” sambung Abdul.

Menanggapi dugaan penggelembungan tersebut, Wakil Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Sardi Ari Saputra mengatakan, laporan yang disampaikan saksi Partai PKS baru sebatas dugaan.

“Itu mah cuma dugaan saja, buktinya juga banyak (soal dugaan penggelembungan suara PKS). Mereka (PKS) juga sama, melakukan hal yang sama. Kita juga punya bukti-bukti,” katanya yang juga tidak menjelaskan lebih lanjut ketika ditanya soal hal yang sama yang ia maksud.

Menurut Sardi, pihaknya enggan melayani dugaan penggelembungan suara tersebut. “Persoalan dia (PKS) ngotot mau menyandingkan data, itu hak dia, tapi persoalaan prosedur sudah ditempuh, tahapan-tahapan sudah dilakukan, dan itu sudah selesai. Konsisten saja dengan tahapan-tahapan,” jelasnya. (neo/pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 + 14 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker