Berita UtamaMetropolis

Tuntutan Belum Siap, Sidang HS Kembali Ditunda

Tuntutan Belum Siap, Sidang HS Kembali Ditunda
SIDANG: Terdakwa Harry Aris Sandigon alias Haris Simamora ketika menjalani rangkaian sidang atas dakwaan pembunuhan satu keluarga di PN Bekasi belum lama ini. DOK/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Sidang pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi dengan terdakwa Harry Aris Sandigon alias Haris Simamora kembali ditunda.

Sidang dengan agenda tuntutan jaksa yang sedianya dilaksanakan, Senin (13/5) kemarin ditunda hingga Senin (20/5) pekan depan.

Humas Pengadilan Negeri Bekasi, Djuyamto mengatakan, sidang perkara pembunuhan yang sempat menggegerkan warga Kota Bekasi tersebut terpaksa ditunda lantaran jaksa mengatakan belum siap dengan tuntutannya.

“Ya, kemarin tuntutan jaksa belum siap, sidang ditunda Senin tanggal 20 Mei,” katanya, Selasa (14/5).

Harry telah menyelesaikan sederet persidangan mulai dari dakwaan, pengajuan eksepsi hingga sidang dengan agenda yang menghadirkan sembilan orang saksi.

Lepas sidang dengan agenda tuntutan yang akan disampaikan oleh Jaksa, maka sidang akan terus berlanjut dengan agenda pembelaan dari terdakwa Harry sebelum vonis dijatuhkan kepadanya.

”Untuk sidang keterangan saksi sudah dilaksanakan, total saksi yang dihadirkan dalam beberapa kali persidangan ada sembilan orang,” imbuhnya.

Sebelumnya pada sidang perdana beberapa waktu lalu, Harry Aris Sandigon didakwa telah melanggar pasal berlapis oleh jaksa penuntut umum yakni pasal 340 dan 363.

Harry diketahui telah menggegerkan warga Kota Bekasi dengan melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga.

Mereka adalah Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita beserta kedua anak dari pasangan tersebut yakni Sarah Marisa Putri Nainggolan dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan.

Kejadian yang terjadi tepat tanggal 13 November lalu tersebut banyak menyayat hati keluarga bahkan masyarakat dilingkungan tempat tinggal korban. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker