Berita UtamaBolaOlahraga

Askab Enggan Intervensi Persikasi

Persikasi
DISKUSI: Anggota Asosiasi Pelatih Kabupaten Bekasi ketika berdiskusi membahas keberlangsungan Persikasi kedepan. DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bekasi enggan mencampuri terlalu jauh urusan klub Persikasi yang kini sudah dinakhodai langsung Plt Bupati Bekasi, Eka Supriatmaja.

Namun manajemen diharapkan bisa terbentuk dan mampu mengelola klub termasuk menghasilkan tim terbaik untuk mengarungi kompetisi Liga 3 2019.

“Saya sendiri gak bisa ikut campur soal klub. Itu ranahnya klub yang di ketuai oleh Plt Bupati Bekasi, Pak Eka Supriatmaja,” ujar Ketua Askab PSSI Bekasi, Hamun Sutisna kepada Radar Bekasi, Rabu (15/5).

Sejauh ini, kata pria yang akrab disapa Amung itu, perkembangan tim dari hasil seleksi April 2019, belum ada laporan langsung ke Askab. Kabar terbaru, kata dia, Persikasi belum memiliki pelatih resmi.

“Iya. Itu saya tau sebenernya, tapi kita gak punya hak ikut campur. Saya gak diberitahu ketua Persikasi. Mungkin pihaknya sudah punya pelatih,” ucapnya.

Diketahui, sejauh ini pemain hasil seleksi ditangani langsung ketua tim seleksi Sapta Hadi Bagio. Proses latihan, dilaksanakan di Stadion Mini Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara.

Terkait hal itu, Amung tidak mempermasalahkan. Terpenting, kata dia saat pendaftaran Liga 3 nanti, nama pemain dan pelatih sudah ditentukan untuk mengarungi kompetisi.

“Kami gak bisa banyak ikut campur. Tapi, bila tidak bagus ya ngapain juga,” tegasnya.

Dalam hal pembiayaan, sepenuhnya di tanggung oleh klub. Askab sendiri, kata Amung, hanya membantu alakadarnya.

“Bila klub persikasi ada kekurangan, maka Askab bantu. Karena untuk Persikasi masih diperbolehkan menggunakan anggaran hibah. Itu pun kita sesuaikan dengan program Askab,” jelasnya.

Amung menambahkan, memiliki tanggung jawab memajukan sepakbola Kabupaten Bekasi.

“Sejauh ini, program kita sudah berjalan meskipun belum ada anggaran. Ada banyak kompetisi yang dalam waktu dekat semuanya akan direalisasikan,” tukasnya.

Dilain tempat, Sekretaris Umum Askab PSSI Bekasi, Suryadi menuturkan, syarat menjadi pelatih Liga 3, sesuai regulasi yang dekeluarkan Asprov PSSI Jawa Barat tahun 2019 yakni memiliki lisensi D untuk putaran provinsi dan C untuk putaran nasional.

“Memang harus segera memiliki pelatih. Terlebih, waktu pendaftaran yang makin dekat,” tukasnya. (dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 2 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker