BekasiPeristiwa

Rumah Menteri PUPR Bakal Digusur

Rumah Menteri PUPR Bakal Digusur
SURYA/RADAR BEKASI
BAKAL DIGUSUR: Rumah menteri Basuki Hadimuljono‎ di Komplek Pengairan, Rawa Semut, bakal kena gusur akibat pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Radarbekasi.id – Rumah pribadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono‎ di Kota Bekasi akan kena gusur akibat pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Sepintas, rumah mentri yang suka ngeband di Komplek Pengairan, Rawa Semut, blok A nomor 18, RT 04 RW 12, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, tidak ada yang beda luas atau bentuk bangunan rumah dengan rumah lainnya.

Rumah dengan pagar gaya minimalis warna hitam itu nampak asri, terdapat sejumlah tanaman yang menghiasi pelataran depan rumah. Bangunan rumah milik Basuki didominasi dengan warna abu-abu dan hitam, genting berwaena merah serta kusen pintu berwarna cokelat terang.

Khabar rencana akan digusurnya rumah mentri Basuki ini berawal dari cuitan Prof Mahfud MD di media sosial. Dalam cuitannya tersebut Mahfud juga memuji Basuki Hadi Mulyono yang rela rumahnya digusur meskipun ia adalah pimpinan proyek tersebut.

Ketua RT 04 RW 12, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Helmi Kamar mengaku sudah lama mendengar isu tersebut dan ia pun mengaku sedang menyimak cuitan Prof Mahfud di media sosial. Namun, hingga saat ini warga sekitar belum menerima surat resmi terkait penggusuran. Ia mengatakan perihal itu seharusnya dilakukan pemberitahuan sesuai dengan tahapan-tahapan secara resmi.

“Kalau isu itu sih udah lama kita denger, mestinya kan secara resmi ada surat pemberitahuan dan itu pun disosialisasikan ke sini kan nggak bisa begitu langsung penggusuran kan nggak begitu ada tahapan-tahapan ya,”

Helmi mengaku, sebenarnya merasa keberatan jika lingkungannya bakal kena gusur. Namun ia melanjutkan tidak menolak kelanjutan proyek strategis nasional tersebut asalkan menerima ganti untung sesuai yang dijanjikan oleh Presiden Jokowi.

Setidaknya di bagian komplek paling ujung berdekatan dengan kalimalang tersebut ada tiga blok yang akan tergusur jika dilewati trase Becakayu yakni Blok A, B dan C yang seluruhnya dihuni oleh sekitar 78 KK.

“Prinsip kita tegaskan kita tidak menolak proyek pemerintah, kita tidak menolak itu, tapi kalau bisa kita menolak jangan masuk wilayah kita, coba cari lah lewat tempat yang lain. kita disini asri, damai, kita selelu kebersamaan disini dan pak mentri merasakan itu, menikmati itu semua. Kalau hati kecilnya pun pak mentri nggak mau pindah dari situ,” terangnya di kediamannya.

Pantauan Radar Bekasi rumah mentri Basuki nampak sepi begitupun lingkungan sekitarnya, diketahui Mentri Basuki sudah lama tidak tinggal di rumah yang bersertifikat kepemilikan atas namanya tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Danang Parikesit, mengamini informasi yang disampaikan Mahfud MD tersebut. Saat disinggung apakah proses ganti rugi sudah dilakukan, dia belum mengetahui.

“Iya betul (rumah pribadi Menteri PUPR digusur untuk pembangunan tol). Proses pembebasan lahan di Bina Marga, mungkin lebih akurat (tanya) ke Pak Dirjen ya,” ucapnya.

Ditemui di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Menteri yang bernama lengkap Mochamad Basoeki Hadimoeljono pun buka suara soal penggusuran tersebut.

“Itu sudah lama kan rencana Tol Becakayu yang nanti akan diteruskan ke Tambun. Pas rutenya itu lewat Kalimalang karena memang konstruksinya pakai pinggir saluran elevated. Yang dibutuhkan dari tepi tol ke RoW (Right of Way) nya itu 24,7 meter. Rumah saya dari saluran Kalimalang, pagernya, cuma 15 meter. Jadi kena semua,” jelas Basuki.

Right of way yang dia maksud adalah istilah yang merujuk pada hak untuk mengganggu akses normal ke beberapa lokasi fisik untuk alasan khusus. Saat ditanya uang ganti rugi, mantan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum 2013 – 2014 itu belum mendapatkan informasi detail.

“Belum tau, baru sosialisasi. Saya dapat surat dari Wali Kota, dan Wali Kota juga sudah setuju jalur itu. Dari Waskita jalurnya lewat situ. Official-nya belum jalan,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa dia sudah melihat lokasi jalur yang dimaksud tersebut dalam rancangan. “Waktu saya tanya jalur di mana, dijawab ini Pak jalurnya. Ya sudah terusin. Karena mungkin ini memang jalur yang optimal,” katanya.

Terpisah, Yayasan Nurul Islam, Islamic Center KH Noer Alie menunggu pengukuran secara resmi oleh pelaksana proyek tol Becakayu tersebut. Dalam sosialisasi terakhir yang diterima oleh pihak yayasan, sekitar 4.000 meter yang akan digunakan untuk pembangunan trase tol Becakayu.

Jumlah ini lebih rendah dibandingkan kabar pertama yang beberapa waktu lalu ditolak oleh pihak yayasan. “Kalau sudah ada pengukuran baru kita rapat final bagaimana sikap yayasan melalui Pembina, kita diminta diukur konkrit mana yang kena, kalau sebelumnya kan berkaitan dnegan bangunan-bangunan,” katanya ketua yayasan Nurul Islam, Paray Said.

Pihaknya meminta adanya surat pengukuran secara resmi dan akan didampingi oleh staff yayasan. Ia menerangkan jika melihat set plane sebelumnya banyak bangunan yang akan terdampak pembangunan jalan tol tersebut, namun Paray mengatakan bahwa pihaknya juga tidak bisa untuk tidak mengindahkan kepentingan nasional.

“Empat ribuan kira-kira begitu lah, jadi dia baru prediksi, iya kita ingin yang pasti dong berapa luas tanahnya, berapa luas lahannya, terus berapa yang terkena begitu,” imbuhnya. (sur/net)

Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker