Metropolis

Sajam Antar Tiga Remaja Masuk Bui

Sajam Antar Tiga Remaja Masuk Bui
TUNJUKKAN ALAT BUKTI : Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Dedi Nurhadi menunjukkan senjata tajam yang menjadi alat bukti penangkapan kepada tiga remaja di Mapolsek Bekasi Utara, Jumat (17/5). SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Membawa, memiliki dan menyimpan senjata tajam harus mengantongi surat izin yang sah. Jika tidak, maka seseorang dapat masuk penjara dengan ancaman hukuman 10 tahun sebagaimana disampaikan dalam Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951.

Hal tersebut kini tengah dialami oleh tiga orang remaja berinisial AH (16), AN (16) dan FA (15).

Mereka ditangkap petugas Polsek Bekasi Utara karena kedapatan menyimpan senjata tajam yang akan dipergunakan untuk tawuran, Kamis (16/5) dini hari lalu.

Senjata tajam yang diamankan dari tiga orang remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu antara lain dua bilah celurit dan sebilah parang.

Penangkapan mereka bermula ketika polisi mendapati ketiga remaja di bawah umur ini sedang nongkrong-nongkrong di wilayah Kampung Kaliabang Nangka, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara.

Pada saat ditemui, ketiga remaja tersebut sedang bersama-sama dengan 10 orang rekannya yang lain. Petugas kemudian memeriksa mereka semua. Tidak ditemukan senjata tajam pada penggeledahan tersebut.

Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi nongkrong para remaja tersebut. Hasilnya, ditemukan senjata tajam jenis celurit dan parang sehingga 13 orang tersebut terpaksa harus dibawa ke kantor polisi.

“Tidak jauh dari tempat tongkrongan anak-anak muda tersebut didapati senjata tajam jenis clurit dan parang yang disimpan dalam semak-semak,” ungkap Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Dedi Nurhadi, Jumat (17/5).

Setelah dilakukan interogasi di Mapolsek Bekasi, tiga di antarnya mengaku sebagai pemilik senjata tajam itu dan akan digunakan untuk tawuran.

Tersangka AH dan FA mengaku sebagai pemilik celurit. Kemudian, AN mengaku sebagai pemilik sebilah parang.

Atas kejadian tersebut, ketiga remaja itu dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang – Undang Darurat nomor 12 tahun 1951.

“Dengan adanya keterangan saksi-saksi dan pengakuan para tersangka dijerat dalam pasal dua ayat satu Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, ancaman hukuman 10 tahun penjara,” jelas Kompol Dedi.(sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker