Berita UtamaPolitik

Kasus Dugaan Pelanggaran Sunandar Dihentikan

Untitled-1
Caleg DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Golkar, Sunandar.

RadarBekasi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi menghentikan kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Golkar daerah pemilihan (dapil) 1 Kabupaten Bekasi, Sunandar, dan dinyatakan selesai.

BACA : Sunandar Berpotensi Gugur dari Pileg 2019

Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Bekasi, Khoirudin usai melakukan rapat dengan Sentra Gakkumdu.

Setelah dipelajari semua terkait unsur kampanye dan sebagainya, tidak dapat ditindak lanjuti. Artinya, kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan Sunandar tidak memenuhi unsur,” katanya, Kamis (16/5).

Dijelaskan Khoirudin, dalam waktu 14 hari pihaknya masih kekurangan barang bukti. Pertama, unsur-unsur kampanye tidak terpenuhi, termasuk pasal kampanye nya 521 tidak terpenuhi, seperti bukti Alat Peraga Kampanye (APK) di lokasi.

BACA : Mereka Terpilih Kembali

Kami sudah telusuri satu persatu, mulai dari pemeriksaan saksi maupun datang ke lokasi. Dan saat rapat kedua di Sentra Gakkumdu, dinyatakan tidak memenuhi unsur,” bebernya.

Bahkan kata Khoirudin, sebanyak tujuh saksi sudah dilakukan pemanggilan, mulai dari warga, Ketua RT, termasuk terlapor Sunandar. Semua membenarkan adanya kegiatan tersebut, hanya saja para saksi tidak melihat adanya APK dalam sembako tersebut.

BACA : Penuhi Panggilan Bawaslu, Ini Kata Ketua RT Soal Sunandar 

Semua saksi yang dimintai keterangan tidak melihat adanya APK pada sembako itu. Dan saat kami melakukan penelurusan, juga tidak berhasil mendapatkan bukti APK, sehingga diputuskan tidak memenuhi unsur,” terang Khoirudin.

Sementara itu, salah satu pelapor, Rahmat Hidayat mengaku belum menerima informasi dari Bawaslu jika pelanggaran yang dilakukan Sunandar tidak memenuhi unsur.

Ia menilai, alasan Bawaslu tidak masuk akal jika menghentikan kasus tersebut hanya karena tidak menemukan APK di lokasi.

Kami menduga Bawaslu ada main dengan dengan (Sunandar,Red). Sebab Bawaslu itu punya video saat pembagian sembako, termasuk foto-foto nya. Saya belum tahu kalau kasus ini dinyatakan selesai, karena belum ada informasi dari Bawaslu,” tukas Rahmat.

Adapun Sunandar tidak bisa dimintai keterangan, bahwa kasus dugaan pelanggaran kampanye yang ia lakukan dinyatakan selesai.

Diketahui sebelumnya, Sunandar diduga melakukan kampanye dengan membagikan sembako di RT 12/14, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan pada tanggal 11 April 2019 lalu. Adapun sembako yang dibagikan Sunandar kepada warga, yakni berupa minyak satu liter, gula setengah kilo, dan mie instan setengah dus. (pra)

Tags
Close