Berita UtamaCikarangPolitik

Polisi : Saksi Tidak Melihat Taih Dikeroyok

TAK BERDAYA : Saksi dari Partai NasDem, Taih Minarno duduk tak berdaya usai dikeroyok sejumlah orang di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/5). KARSIM PRATAMA/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Sembilan orang saksi yang diperiksa polisi mengaku tidak melihat Taih Minarno dikeroyok pada Minggu (12/5) dini hari lalu. Demikian hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito. Rizal menjelaskan, para saksi hanya melihat adanya tindakan dari tersangka TD yang memukul korban.

Pihaknya bekerja serta mengambil keputusan berdasarkan alat bukti yang diatur di dalam KUHP. Di antaranya, keterangan saksi, surat, saksi ahli, keterangan korban, dan terdakwa.

Baca : Taih Minarno Dikeroyok Usai jadi Saksi Partai

Nah pasal 170 (tentang Pengeroyokan) itu dilakukan penganiayaan secara bersama sama, namun pada saat kami bekerja mengungkapkan peristiwa tersebut, tidak ada yang menyatakan ataupun melihat (pengeroyokan), selain TD. Oleh sebab itu, dalam penetapan, tersangka dikenai pasal 351 tentang penganiayaan, dan untuk pasal 170-nya masih ada. Tapi hingga saat ini belum memenuhi unsur,” jelasnya, Kamis (16/5).

Kendati demikian, Rizal mengatakan, proses penyelidikan dari kasus tersebut masih terus berlanjut.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Taih Minarno, Naufal Alrasyid mengaku akan membuktikan bahwa peristiwa yang sudah dialami kliennya adalah suatu perbuatan pengeroyokan.

Baca : NasDem Desak Kasus Pengeroyokan Taih Diusut Tuntas

Kami akan coba hadirkan saksi untuk menjeratkan aktor intelektual yang mengakibatkan Pak Taih terluka, bahkan hingga dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membuktikan bahwa Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Soleman terlibat pada peristiwa yang membuat kliennya terluka.

“Pasal 170 itu sudah jelas, karena awalnya ada pemanggilan oleh seseorang kepada Pak Taih. Dan tiba dilokasi jelas Soleman berkata dan melempar menggunakan bangku, dan beberapa orang memukuli klien saya hingga terjatuh. Tentu hal ini dapat kami buktikan,” jelasnya.

BACA : Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi Dipolisikan  

Sebelumnya diberitakan, saksi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Bekasi, Taih Minarno melaporkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman ke Polres Metro Bekasi. Hal itu menyusul pengeroyokan yang dialami Taih pada Minggu (12/5) dini hari.

Peristiwa dugaan pengeroyokan itu terjadi selepas rekapitulasi penghitungan suara DPR RI tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Gedung Serbaguna, Kecamatan Tambun Selatan.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Demokrat ini telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut dengan laporan polisi bernomor LP/498/356 – SPKT/K/V/2019/ Restro Bekasi tanggal 12 Mei 2019.

“Jadi saat saya menghampiri Soleman, saya langsung ditimpa (dilempar) dengan bangku, sebanyak dua kali, sambil ngomong ‘Sok Tahu Lo’. Jadi saya belum sempat ngomong apa-apa,” kata Taih saat ditemui di RSUD Cibitung. Minggu (12/5) sore.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Soleman mengatakan, peristiwa tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman.

“Kami saat ini sedang bekerja, tidak usah panjang lebar, antara PDIP dengan Ketua DPW (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin, sudah komunikasi. Itu hanya kesalahpahaman,” katanya.(and/pra)

Tags
Close