BekasiBerita UtamaBisnisKulinerMetropolis

Pengusaha Dodol Betawi Kebanjiran Order

Tambah Karyawan Selama Ramadan

dodol
ADUK DODOL: Sejumlah karyawan terlihat mengaduk dodol Betawi di pusat pembuatan dodol rumahan di Jalan Mawar RT 06/03, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur. Selama Ramadan pesanan dodol Betawi meningkat. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

Radarbekasi.id – Pengusaha dodol Betawi di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi kebanjiran pesanan selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Asyah (35), pengusaha dodol Betawi rumahan yang berlokasi di Jalan Mawar RT06/03, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur mampu meraup omset lebih banyak dari hari biasanya. Bahkan Asyah harus menambah jumlah karyawan untuk mengerjakan pesanan yang diterima hingga H-2 Lebaran.

“Panen pesanan sampai H-2 lebaran, habis itu udah stop. Lanjut lagi paling pesanan buat besan (acara pernikahan), sama produksi toko saja,” katanya.

Khusus di bulan Ramadan, tempat produksi dodol rumahan ini bisa menghasilkan 4 ribu kemasan dodol atau besek selama satu bulan. Selama 20 tahun menjalankan usaha ini, Asyah mengaku bisa mengantongi omset hingga Rp50 juta perbulannya.

Di rumah produksinya, tiga buah tungku beroperasi secara bersamaan. Ketiga tungku tersebut masing bisa memproduksi 24 kemasan dodol. Tidak sebentar waktu yang digunakan untuk memproduksi dodol.

Dalam satu kali produksi menghabiskan waktu sembilan jam hingga dodol tersebut siap dikemas.
“Kalau untuk kotor duit yang muter itu bisa Rp 150 juta, itu kotor ya, bersihnya ke saya paling Rp 30 – 50 juta,” ungkapnya.

Harga yang dipatok untuk dodol ini bervariasi. Dodol original ia banderol dengan harga Rp65 ribu, sementara untuk varian rasa durian dibanderol Rp70 ribu per besek. Tidak perlu khawatir jika berkantong cekak, Asyah juga menyiapkan paket besek yang dapat dijual Rp25 ribu. (sur)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker