Berita UtamaPeristiwa

Korban Kerusuhan Warga Cikarang

Korban Kerusuhan Warga Cikarang
BERDUKA: Keluarga dan kerabat Farhan Safero saat mengaji didepan jenazah dirumah duka RT2/7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, kemarin.

RadarBekasi.id – Awan kelabu menyelimuti rumah dengan No 51 RT2/7, Kelurahan Grogol, Limo. Isak tangis keluarga pecah sejadinya ketika jenazah Farhan Safero korban kerusuhan di doakan. Pria berusia 31 tahun ini merupakan salah satu korban kerusuhan saat terjadi demo di gedung Bawaslu Petamburan, Jakarta Pusat atas protes hasil Pemilu 2019.

Ayah korban, Syafri Alamsyah mengatakan, Farhan Safero merupakan anak kedua dari lima bersaudara, memang kerap mengikuti pengajian majelis taklim bukan Organisasi Masyarakat (Ormas). Farhan mengikuti Majelis Nurul Mustofa untuk mengikuti pengajian dan dikenal pencinta Habaib.

“Saya tidak menyangka anak saya menjadi korban,” ujar Syafri sambil menahan kesedihannya kepada Radar Depok, kemarin.

Namun, kepergian Farhan untuk menunjukan kebenaran lanjut Syafri, dan membuat dirinya bangga dan menyakini Farhan mati syahid. Karena berada di jalan kebenaran. Ada dua titik akibat peluru yang mengenai badan Farhan, satu titik berada dibawah bagian leher depan serta titik kedua berada dibagian dada dan menembus kebagian belakang.

Syafri menjelaskan, semenjak Farhan menikahi Komariah dan memiliki dua anak, yakni Khairen Dzakira Shaquila (5) dan Izzatul Maula Shaqila (1,5), Farhan tinggal di wilayah Cikarang. Namun Farhan datang ke Depok untuk mengunjungi keluarganya. Syafri tidak menyangka polisi tega menewaskan anaknya, dengan peluru padahal anaknya tidak ikut dalam kerusuhan tersebut.

“Anak saya tidak ikut dalam kerusuhan namun Farhan berjaga di rumah Habib,” terang Syafri.

Syafri menuturkan, Farhan berangkat pada Selasa (21/5) dari Cikarang menuju rumah Habib Rizieq untuk berjaga di Markas FPI. Namun, saat mendegar terjadi kerusuhan pada malam hari, dia masih berada di rumah Habib Rizieq. Namun entah kenapa anaknya meninggal akibat peluru yang melukai badan korban. Dia mendapatkan informasi tersebut, setelah kerabatnya menelepon. Dan pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan memberitahukan, bahwa Farhan akan dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Syafri mengapresiasi dukungan moral yang diberikan keluarganya atas kepergian Farhan. Baik dari aparatur pemerintahan setempat hingga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengirimkan karangan bunga sebagai belasungkawa atas meninggalnya Farhan.

“Terima kasih kepada semua yang telah memberikan dukungan moral kepada kami,” ucap Syafri.

Ditempat yang sama, kerabat Farhan Safero yakni Syarif Al Idrus mengatakan, Farhan bersama dirinya berjaga di markas besar FPI Petamburan yang berangkat sekitar pukul 24:00 WIB bersama 20 orang lainnya dari Bekasi Timur. Saat berada disekitar lokasi kejadian, dia bersama Farhan melihat aksi massa yang dipukul mundur aparat keamanan. Bahkan, aparat masuk ke Markas FPI dan terjadi keributan.

Pada peristiwa tersebut, sambung Syarif terdengar suara tembakan hingga selongsong peluru berjatuhan. Diperkirakan selongsong tersebut sekitar 15 selongsong yang berserakan disekitar lokasi. Setelah reda, dia berusaha menelepon Farhan dan didapati sekuriti rumah sakit yang memberitahukan Farhan berada di rumah sakit tersebut.

“Saya langsung mendatangi langsung rumah sakit untuk melihat kondisi Farhan,” ujar Syarif.

Syarif menuturkan, sesampainya di rumah sakit dia mendapatkan penjelasan bahwa Farhan telah meninggal akibat luka tembak dibagian badannya. Setelah melakukan pengurusan jenazah, Syarif ikut mengantarkan jenazah Farhan kerumah orangtuanya di Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. “Saya sangat sedih Farhan merupakan orang baik Insya Allah mati syahid,” tutup Syarif. (dic)

Close