Berita UtamaMetropolisMilenialPolitik

Golkar Bahas Popularitas Disela Buka Puasa Bersama

Golkar
FOTO BARENG: Ketua GEMA MKGR Kota Bekasi, Syahrul Ramadhan (dua dari kanan) foto bareng dengan Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (dua dari kiri) usai buka puasa bersama Golkar Milenial (GoMile) di Bakrie Tower, Selasa (28/5). Ist/Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Golkar Milenial (GoMile) mengadakan buka puasa bersama (bukber) sekaligus diskusi dengan mengangkat tema ‘Eksistensi Partai Golkar di Media Sosial’ yang berlangsung di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Selasa (28/5).

Hadir pada kegiatan tersebut, Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie dan sejumlah perwakilan Golkar Milenial dari berbagai daerah.

Pada kesempatan tersebut, mantan ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie mengatakan, popularitas sebuah partai politik di media sosial (medsos) seringkali dinilai sebagai acuan jumlah pendukung.

”Popularitas tidak selalu sebanding dengan perolehan kursi di DPR. Jadi betapa pentingnya hasil yang ada kursi tidak sebanding dengan jumlah pengguna medsos. Popularitas medsos PDIP berada di bawah, sedangkan Gerindra di atas, tapi kursi PDIP mencapai 130 kursi, adapun popularitas Golkar di bawah, namun kursinya lebih tinggi dari Gerindra,” ucap pria yang akrab disapa Ical itu.

Menurut Ical, jumlah kursi lebih penting dibanding jumlah suara. ”Sebab seluruh keputusan di (DPR) yang penting tidak ditanyakan berapa jumlah suara kamu, tapi berapa kursi,” terangnya.

Direktur PT Media Kemels Indonesia, Ismail Fahmi yang juga hadir dalam acara buka puasa bersama itu memaparkan, sejak November 2018 hingga Mei 2019, Partai Golkar memiliki popularitas yang rendah di medsos, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube.

”Data yang saya gunakan adalah dari bulan November 2018, dan saya gunakan nama Partai Golkar. Sedangkan Oktober sampai Mei, Golkar tidak kelihatan, yang paling kelihatan itu Gerindra,” beber Ismail.

Menurut dia, popularitas Partai Golkar di media online hanya sebesar 12 persen. Bandingkan dengan Partai Gerindra yang mencapai 14 persen.

”Di Instagram, Partai Golkar memang cukup tinggi popularitasnya. Tapi hanya tujuh persen, di Facebook kalah jauh dengan Partai Gerindra sebesar 19 persen. Bahkan, Golkar kalah dengan partai yang baru, yakni PSI sebesar 12 persen. Tak hanya itu, di medsos Twitter, popularitas partai berlambang pohon beringin ini juga rendah, yakni berkisar empat persen. Sementara Partai Gerindra sebesar 32 persen.

Adapun Ketua GEMA MKGR Kota Bekasi, Syahrul Ramadhan menjelaskan, Partai Golkar memilik potensi untuk menjadi yang teratas di medsos. Saatnya DPP mempercayakan hal ini kepada kader-kader milenial Golkar yang memiliki kompetensi terkait.

”Banyak kader muda Golkar yang memiliki potensi. itu harus diberdayakan. Bila perlu semua DPD Partai Golkar se-Indonesia wajib memiliki medsos,” terang Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bekasi ini.

Pria yang akrab disapa Buluk menambahkan, sudah saatnya Partai Golkar merangkul kaum milenial, karena kaum milenial tersebut akan membawa efek baik dalam merubah paradigma Partai Golkar.

”Jadi partai Golkar tidak hanya selalu dicap sebagai partainya kaum tua. Partai Golkar harus merubah paradigma yang juga merupakan partainya anak-anak muda. Saya berharap kedepannya, Partai Golkar dapat mengemas komunikasi politik dengan lebih elegan dan pas dihati kaum milenial. Ini untuk menjawab tantangan jaman,” pungkasnya. (cr43)

Tags
Close