Berita UtamaCikarangPelayananPemerintahan

Eka Dianjurkan Gandeng Birokrat

Radarbekasi.id – Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja dianjurkan untuk menggandeng birokrat sebagai wakil bupati yang akan mendampinginya memimpin Kabupaten Bekasi.

Eka sendiri diketahui akan dilantik sebagai bupati Bekasi definitif di Bandung, pada Rabu (12/6). Usai dilantik, Eka mengaku akan fokus menyelesaikan permasalahan di sejumlah sektor yang ada di Kabupaten Bekasi setelah dilantik. Mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, ketenagakerjaan, dan ekonomi kreatif.

Sampai dengan kemarin, Senin (10/6), dia belum menentukan siapa wakil bupati yang akan mendampinginya memimpin Kabupaten Bekasi. Ia menyerahkan hal tersebut ke partainya.

Namun, sudah muncul beberapa nama kandidat wakil bupati Bekasi yang akan mendampingi Eka. Mereka berasal dari kalangan politikus dan birokrat. Tiga nama politikus tersebut yakni KH Iip Bustomi, Novi Yasin dan Siti Qomariah. Sementara, kandidat dari birokrat ada dua nama yakni Uju (Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi) dan Juhandi (Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi).

Akademisi Unisma Bekasi, Adi Susila menilai, figur yang cocok untuk mendampingi oleh Eka adalah seorang birokrat yang mengerti tentang birokrasi khususnya tentang manajemen pengelolaan keuangan daerah.

“Kalau dari sisi aksesibilitasnya kan yang paling kan politisi ya, karena politisi kan aksesnya lebih gampang. Tapi kalau menyangkut pembagian tugas yang lebih proporsional, kalau menurut saya lebih bagus yang murni birokrat,” katanya kepada Radar Bekasi kemarin.

Ia menyatakan, persoalan yang terjadi di dalam pemerintahan dapat lebih mudah teratasi jika Eka menggandeng birokrat.

“Mungkin pak Eka yang lebih banyak keluar, dan wakilnya lebih banyak ke dalam. Karena selama ini saya lihat proses ke dalam ya yang agak kurang, artinya banyak tata kelola yang perlu dibenahi,” tuturnya.

Selain itu, Adi juga menambahkan, salah satu ciri dalam demokrasi ialah partisipasi. Dalam proses penentuan wakil bupati Bekasi, kata dia, seharusnya elemen masyarakat berperan aktif untuk terlibat seperti yang terjadi di daerah lain.

“Kalau selama ini kan semuanya diserahkan ke partai ya, ini sebenarnya momentum yang bagus ya untuk masyarakat sipil di Kabupaten Bekasi yang peduli dengan persoalan Kabupaten Bekasi. Misalnya ormas, itu bisa ormas keagamaan, ormas kepemudaan kemudian organisasi seperti Kadin, Apindo lalu terutama buruh itu bisa ikut menyuarakan,” tuturnya.

Terpisah, Eka Supria Atmaja mengatakan, ia menyerahkan perihal kursi wakil bupati ke partai. “Kalau mengenai wakil saya tidak bisa berkomentar pada saat ini. Karena untuk wakil itu saya sudah bilang berkali-kali, itu domainnya di partai. Jadi kita serahkan kepada partai,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Ahmad Budiarta menegaskan, lima kandidat yang berasal dari politisi dan birokrat itu akan mengerucut menjadi beberapa nama.

“Karena nanti siapa yang layak mendapatkan rekomendasi, dan akan diserahkan ke dewan untuk dipilih, minimal dua kandidat, misalkan ada tiga atau empat itu boleh-boleh saja,” ujarnya.(neo/pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close