BekasiPendidikan

Berebut Kuota Jarak Sekolah

Pendaftaran PPDB Online Pekan Depan

RadarBekasi.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online provinsi Jawa Barat segera dimulai untuk peserta didik tingkat Sekolah Menengah Atas dan Menengah Kejuruan (SMA/SMK). Warga diingatkan jangan sampai terlambat mendaftar SMA Negeri, pasalnya jika terlambat siswa akan kalah dengan siswa yang mendaftar lebih dahulu untuk siswa dengan jarak yang sama antara rumah dan sekolah.

Pada sistem zonasi tahun ini, juknis PPDB online provinsi Jawa barat memberikan kuota sebesar 90 persen dari kuota peserta didik di sekolah, angka ini lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Provinsi Jawa Barat, Hery Pansila menuturkan bahwa pada jalur zonasi ini, jika terdapat jarak sama pada dua siswa atau lebih maka seleksi akan dilanjutkan dengan memprioritaskan yang lebih dulu mendaftar.

“Jadi gini, kalau miskinnya banyak nanti seleksinya jarak, dibalik dengan SMA. Kalau SMA jaraknya sama nanti baru berdasarkan waktu pendaftaran, yang lebih awal yang didahulukan,” ungkapnya.

Sementara untuk PPDB SMK, Hery menjelaskan masih sama dengan tahun lalu yakni tidak ada jalur zonasi dalam proses pendaftaran. Untuk SMK hanya tersedia tiga jalur yakni jalur prestasi, keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan perpindahan tiga orang tua.

“Ya, tanggal 17 sampai 22 (jadwal pendaftaran), jadwalnya sama (SMA dan SMK). Untuk yang zonasi-zonasi hanya SMA kalau yang SMK tetep pakai nilai. Ya, tahun lalu nggak ada juga sama, ukurannya nilai,” tambahnya.

Untuk SMK, seleksi pada jalur prestasi kata Hery jika ditemukan prestasi baik berdasarkan nilai UN maupun Non UN sama, maka seleksi dilanjutkan dengan memprioritaskan jarak antara rumah dengan sekolah jika sudah sampai pada batas kuota.

Lebih dalam Kasi Pelayanan KCD wilayah 3, Muhamad Nurdin menuturkan bahwa zonasi pada tahun ini sebesar 90 persen tersebut untuk Provinsi Jawa Barat di turunkan pada beberapa jalur yang bisa diambil oleh peserta didik.

“Zonasinya itu kalau kita mengacu kepada permen 51 itu zonasinya 90 persen, cuma untuk Jawa Barat itu di break down lagi 90 persen itu artinya ada yang memang zonasi murni itu 55 persen, ada yang ke afirmasi, KETM itu yang tidak mampu ada 20 persen, terus yang 15 persen lagi kombinasi hasil antara jarak dengan NHUN,” terangnya.

Sementara untuk SMK dijelaskan tidak menggunakan sistem zonasi dengan pertimbangan terdapat program keahlian, maka dikhawatirkan terdapat siswa yang berdekatan dengan sekolah namun tidak memiliki program keahlian sesuai dengan yang diinginkan.

Di Bekasi sendiri sekolah baik kota dan kabupaten bisa menampung peserta didik sebanyak 20.521 peserta didik di SMAN, sementara untuk SMKN sebanyak 9.668 siswa. (Sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close