BekasiBerita UtamaPeristiwa

Ditangkap Saat Tidur

Empat Terduga Teroris di Bekasi

RadarBekasi.id – Tiga orang terduga teroris tidak berkutik, ketika Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri meringkus di kontrakannya di RT 001/ RW 02, Jatibening Baru, Pondok Gede, kemarin. Mereka ditangkap saat sedang tidur. Tidak ada perlawanan saat peroses penangkapan.

Sebelumnya, Densus menangkap satu orang atas nama H alias Abu Zahra diamankan di Jalan Lampirin Raya, Jatibening Baru, Pondok Gede, Kota Bekasi. Abu Zahra diciduk pada Senin (10/6) pukul 21.00 WIB.

Kemudian, Densus menangkap tiga terduga teroris berinisial AAS, I, dan KA alias Amin. Mereka diringkus pada selasa dini hari. Ketiganya ditangkap karena terlibat jaringan teroris. Peran ketiganya adalah terlibat dalam menyembunyikan DPO.

Saat ini, Densus sedang mendalami eksistensi dan keterlibatan empat teroris tersebut dengan jaringan tertentu. “Ya, saya membenarkan penangkapan itu. Saat ini sedang didalami eksistensi masing-masing terduga tersangka, terlibat kegiatan apa saja, dan jaringannya apa saja,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra lewat pesan singkat, Selasa.

Sementara itu, Sejumlah warga sudah merasa heran ketika ketiga terduga teroris mulai datang dan mengontrak di kontraan nomor 43B kawasan RT 01 RW 02, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Salah satu warga bernama Mursik (25) mengaku sempat heran karena ketiganya pindah hanya membawa kipas angin, hal ini menurutnya tidak seperti pengontrak biasanya yang pindah dengan membawa perabot rumah tangga.

“baru 4 hari. tiga-tiganya. isinya cowo semua ya. biasanya kan bawa barang kalo pindahan, dia bawa kipas angin doing,” ungkapnya, Selasa (11/6).

Ia menambahkan bahwa ketiganya selama empat hari mengontrak jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Ia pun mengaku tidak mengenahui nama-nama ketiga orang yang beru mengontrak tersebut.

Mursik menyaksikan langsung penangkapan yang dilakukan dinihari tersebut, ia mengatahui ketiga orang tersebut dibawa oleh tim densus 88. Hanya boleh menyaksikan dari kejauhan, ia mengetahui saat penangkapan pintu dan jendela kontrakan terduga pelaku tersebut terbuka sementara ketiganya sedang tertidur.

“Enggak (pintu tidak didobrak), pintu kebuka, jendela kebuka, ya masuk aja. semua kebuka tinggak masuk, oh pada tidur aja, langsung dibawa. 3 orang dibawa,” imbuhnya.

Tidak ada kontak senjata maupun tembakan yang dilepaskan oleh Densus, saat membawa ketiganya keluar kos-kosan sudah dalam keadaan terbogol. Pantauan Radar Bekasi kawasan kontrakan tersebut terdiri dari lima pintu kontrakan.

Pelaku tinggal di kontrakan pintu ketiga dari depan gerbang kontrakan. Siang itu kontrakan nampak sepi, semua pintu kontrakan di sekitarnya terlihat tertutup rapat hanya terdapat dua orang yang sedang memperbaiki pipa air. Keduanya mengaku tidak tinggal di sekitar lokasi.

Sementara itu hanya terlihat piring, cas HP dan gelas plastik di ruangan depan melalui jendela. Warga lainnya juga menuturkan sudah menaruh kecurigaan saat ketiganya mengontrak pada saat masih dalam suasana lebaran tersebut.

“kita juga heran, orang waktunya orang pada mudik kok malah nyari kontrakan. Katanya sih mau pada ngumpul disitu,” kata pemilik warung di sekitar lokasi yang disapa Tini oleh warga sekitar. (Sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 1 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker