Cikarang

Pengusaha Terdampak Larangan Truk

Jalan RE Martadinata
LEWATI JALUR PANTURA: Truk peti kemas melintas di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (11/6). Kementerian Perhubungan masih membatasi operasional truk bersumbu tiga lebih atau non logistik untuk melintasi Tol Jakarta Cikampek. Hal itu berdampak pada jalur pantura yang menjadi jalan alternatif bagi para supir truk. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Perpanjangan waktu larangan truk sumbu tiga atau lebih untuk melintas di jalan tol pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2019 berdampak ke pengusaha truk.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman mengatakan, pengusaha harus mengatur ulang jadwal operasional truk.

“Kita tidak di posisi untuk menerima dan menolak. Tapi kita sayangkan kenapa ada perubahaan, lebih baik dari awal langsung saja sampai tanggal 13 Juni, agar nanti kita bisa komplain pada saat itu,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (11/6).

Ia menambahkan, larangan tersebut juga berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan pengusaha truk. Karena, periode mereka untuk menyewakan truk ke peruasahaan menjadi terpangkas. Sehingga, mereka kesulitan untuk membayar cicilan truk yang disewakan.

“Oleh karena itu, ketika ada larangan dan lama, efeknya buat kita, biaya cicilan-cicilan inilah yang menjadi masalah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan mengimbau agar kendaraan sumbu tiga atau lebih tidak melintasi ruas jalan tol dari Semarang hingga Jakarta sampai dengan besok, Rabu (12/6).

Hal itu merupakan salah satu strategi yang diambil untuk meminimalisir terjadinya kepadatan lalu lintas. Karena jumlah kendaraan yang melintas ke Jakarta dari sejumlah arah masih tinggi. Yakni, mencapai 451.105 kendaraan pada periode Jumat dan Sabtu (7-8 Juni 2019).

“Karena saya lihat masih banyak jumlah pemudik yang belum kembali ke Jakarta, maka Pemerintah mengimbau bagi mobil barang untuk tidak melintasi ruas jalan tol mulai dari Semarang hingga Jakarta sampai 12 Juni mendatang atau diperpanjang dua hari dari sebelumnya 10 Juni,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi melalui keterangan tertulis yang diterima Radar Bekasi, Senin (10/6).

Ia menyatakan, perpanjangan waktu pembatasan truk ini sifatnya adalah imbauan. Ruas jalan tol yang dikenakan pembatasan operasional mobil barang yaitu hanya pada ruas Jakarta-Cikampek-Palimanan-Kanci-Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang.

Dalam imbauan tersebut, mobil barang yang dikenakan pembatasan operasional adalah mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan. dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan.(pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker