PelayananPemerintahanPolitikPublik

Disinggung Meikarta, Eka Diam

Bupati Bekasi Definitif Eka Supria Atmaja
ANDI/RADAR BEKASI
FOTO BERSAMA : Bupati Bekasi Definitif Eka Supria Atmaja saat berjabat tangan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai dilantik, kemarin.

RadarBekasi.id – Setelah Neneng Hasanah Yasin resmi di vonis enam tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung akibat suap proyek Meikarta. Gubernur Jawa Barat resmi lantik Eka Supria Atmaja menjadi Bupati Bekasi.

Pelantikan ini berdadarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 131.32-1192 Tahun 2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Bekasi Provinsi Jawa Barat atas nama Eka Supriaatmaja.

Nama Eka Supria Atmaja sendiri tidak asing bagi masyarakat kabupaten Bekasi. Pasalnya ia adalah wakil dari Neneng Hasanah Yasin saat masih menjadi bupati periode 2017-2022.

Eka Supria Atmaja dilantik di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (12/6) oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Usai resepsi pelantikan ia sempat memaparkan beberapa langkah-langkahnya yang akan dilakukan pasca pelantikan.

Menurutnya, langkah yang akan di fokuskan dalam waktu dekat adalah masalah kebutuhan dasar mengenai pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan. Kemudian ada juga masalah ekonomi kreatif.

“Selain itu ada beberapa hal lagi nanti akan kita bahas termasuk infrastruktur yang menjadi program prioritas termasuk juga pendidikan,”ujar Eka usai pelantikan.

Eka menerangkan, selain akan membahas beberapa program strategis ke depan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengatasi bebeberapa kendala yang ada.

“Saya ingin semuanya dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat itu harus maksimal dan ini akan terjun langsung untuk mengontrol,” jelasnya.

Meski demikian, Eka langsung terdiam seribu bahasa saat ditanya media terkait beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah Bekasi yang sempat menjadi saksi pada proyek Meikarta.

Eka justru menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada ASN yang benar terbukti melanggar aturan dan akan terus berikan pengawasan.

“Kita buatkan fakta integritas kita akan juga memberikan rewards dan punishment kepada ASN jika memang melanggar, pengawasan internal juga ada,” kata Eka.

Lebih lanjut, saat disinggung kelanjutan mega proyek Meikarta yang mandeg karena kasus hukum belum rampung. Eka tidak merespon dan langsung meninggalkan ruangan. “Udah ya udah, nanti-nanti lagi, tutup-tutup, tutup-tutup,” jawab pengwal Eka kepada wartawan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, terkait proyek Meikarta Pemprov Jabar menunggu proses hukum yang sedang berlangsung dipastikan tuntas. “Belum tuntas semua proses hukumnya saya akan minta penjelasan ke KPK status persidangannya sudah 100 persen atau belum,”

Jika belum selesai, lanjut Emil, pihaknya tidak akan bergerak untuk merumuskan masalah-masalah Meikarta. Lantaran ditakutkan menghambat proses hukum.”Takut nanti disangka lagi ada hal-hal yang mengganggu proses-proses hukum. Ini bolanya di KPK jadi nanya ke KPK jangan ke saya,”pungkasnya. (and/azs/rbg)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × four =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker