BekasiSosial

Punya Keahlian Atau Tersisih

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS )
PMKS : Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) berada di Jalan Veteran Bekasi Selatan Kota Bekasi.ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Pemerintah Kota Bekasi mengimbau kepada pendatang baru di Kota Bekasi untuk memiliki keahlian atau skil yang siap untuk bersaing di kota besar seperti Bekasi. Pasalnya, jika tidak memiliki keahlian atau skil yang mumpuni akan tersingkir dari persaingan.

Sebelumnya Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto memprediksi pendatang baru di Kota Bekasi mencapai 100 ribu orang, sementara ratusan ribu orang tersebut jika tidak memiliki keahlian akan tersisih dengan sendirinya. Baginya Kota Bekasi adalah kota yang heterogen dan terbuka untuk siapapun yang akan datang.

“Kita kemarin itu 100 ribu, dilihat aja dari pemilih, pada waktu pilkada 2,7 juta jiwa, kemarin 2,8. Saya kira Bekasi adalah kota yang heterogen kemudian kita tidak pernah menghalangi warga yang datang ke kota Bekasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) Pangudi Luhur, Abas Basuni mengungkapkan bahwa faktor yang paling sering dijumpai pada saat menerima gelandangan dan pengemis dari berbagai daerah adalah lantaran mentalitas yang buruk dan terpinggirkan oleh persaingan di kota besar.

“Ya macam-macam lah latar belakangnya ya artinya mereka terpinggirkan, apalagi di kota-kota besar. Mereka yang tidak punya pekerjaan tetap, pengangguran, pekerjaannya tidak sesuai, jadi mereka yang terpinggirkan dari kehidupan kota akhirnya mereka jadi pengemis, jadi pengamen,” katanya.

Dia mengakui bahwa kerap kali mendapati warga yang menjadikan pengemis sebagai profesi, hal ini kata Abas yang perlu dibenahi adalah mentalitas yang buruk sehingga malas untuk bekerja dan memilih hanya menadahkan tangan.

Di tempat rehabilitasi milik Kemensos ini setidaknya saat ini ada 56 gelandangan dan pengemis yang dibina. Mereka berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa. Agus menjelaskan bahwa ditempat ini mereka diberikan pembinaan mental, fisik hingga keterampilan untuk bisa kembali bersaing di lingkungan masyarakat.

“Kegiatannya disini kita memberikan program rehabilitasi sosial, didalam rehabiitasi social itu tentunya isinya pemberian terapi fisik atau bimbingan fisik, terapi psiko sosial, kemudian ada terapi mental, kemudian ada terapi vokasional atau penghidupan,” terangnya.

Abas menyarankan untuk warga tidak hanya berbekal badan untuk datang ke kota besar, disamping itu kepala balai ini menuturkan harus ada penguatan ekonomi terutama di sektor pertanian di daerah-daerah sehingga warganya tidak memaksakan pindah ke kota besar dengan alasan untuk memperbaiki hidup. (Sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − 1 =

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker