Jurnalisme WargaOpini

Kabupaten Bekasi dan Pemimpin Intelektual

Oleh : Ahmad Mustopa Kamal

Radarbekasi.id – Pada Rabu, 12 Juni 2019, Kabupaten Bekasi memiliki nahkoda baru, yaitu Bupati yang dijabat oleh Bapak Eka Supria Atmaja yang dilantik oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Tentu momentum ini menjadi semangat baru untuk kemajuan Kabupaten Bekasi.

Keberlangsungan roda pemerintahan untuk melaksanakan optimalisasi pembangunan di daerah tentu sangat membutuhkan peranan awal inisiatif dari pemimpin yang mempunyai gagasan dan etos kerja tinggi yang kemudian diestafetkan secara masif dan sistematis.

Kabupaten bekasi sangat membutuhkan model kepemimpinan yang mampu merubah budaya kerja di pemerintahan dan melakukan terobosan gagasan dengan kerja nyata untuk perubahan Kabupaten Bekasi yang dibeberapa wilayahnya masih tertinggal dari dampak pembangunan.

Bahkan masih ada warga Kabupaten Bekasi yang sangat kesulitan untuk mengakses kesehatan dan pendidikan di wilayah Kabupaten Bekasi padahal ini menjadi dasar bagi keberlangsungan hajat umat manusia untuk berkembang.

Masih banyak persoalan di Kabupaten Bekasi yang harus diselesaikan oleh Bupati baru Bapak Eka Supria Atmaja untuk membenahi semua lini dikeberlangsungan roda pemerintahaannya.
Maka dari itu Kabupaten Bekasi membutuhkan pemimpin muda berintelektual dikalangan Aktivis untuk mengisi kekosangan Wakil Bupati Kabupaten Bekasi disisa masa bhakti 2017-2022 untuk mendampingi Bapak Eka Supria Atmaja.

Lalu muncul pertanyaan kenapa harus pemimpin intelektual kalangan aktivis untuk wakil Bupati Kabupaten Bekasi? Jelas, Kabupten Bekasi yang memiliki luas secara geografis, memiliki jumlah penduduk yang padat, memilik probelmatikanya, multikultural masyarakatnya dan penuh budaya.
Sehingga aspek-aspek itu mesti dikelola antara masalah dan peluangnya. Dengan demikian Kabupaten Bekasi membutuhkan pemimpin berintelektual yang memiliki pengalaman berorgansisasi.

Kepemimpinan intelektual dikalangan aktivis setidaknya sudah teruji kapasitas dan metalnya, inilah yang dibutuhkan oleh Kabupaten Bekasi saat ini di berbagai struktural dan tingkatan kekuasaan.
Sebab kelebihan dari seorang intelektual itu mampu menemukan kebenaran, berani memperjuangkannya meskipun menghadapi tekanan dan ancaman. Selain itu kepemimpinan intelektual memilik daya kritis dan penguasaan teori-teori sehingga dapat memahami akar dari maslah yang dihadapi dan memberikan solusi dengan basis teori yang kuat.

Dengan basis teori yang kuat permsalahan akan dapat diselesaikan dengan baik sehingga akan membawa Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang berperadaban tinggi.

“Dan sesungguhnya beruntung orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, yakni mewarisi surga firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (Q.S : Al-Muminun : 8-11). (*)

Ketua Umum HMI Cabang Bekasi

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker