Berita UtamaOlahraga

Khawatirkan Perubahan Regulasi

Terjun-Payung
KEJUARAAN: Salah satu atlet terjun payung andalan Kabupaten Bekasi, Anggi Triana Wijayanti (24) ketika tampil di ajang Pekan Olahraga Daerah, lapangan Atang Sanjaya, Kabupaten Bogor. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Perubahan regulasi bisa mengancam dua atlet andalan terjun Payung Kabupaten Bekasi guna mengamankan tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020.

Sebelumnya, dipastikan dua atlet terjun payung Kabupaten Bekasi Anggi Triana Wijayanti (24) dan Aditia Isnaini (25) mewakili Jabar (Jawa Barat) di pra PON nanti.

“Dua atlet sudah masuk. Namun, kemungkinan ada perubahan regulasi di tiap nomor. Kalau memang terjadi, ada regulasi yang berubah, maka peluang kita menipis,” ujar Ketua Umum Terjun Payung Kabupaten Bekasi, Ade Herman kepada Radar Bekasi, Selasa (18/6).

Diketahui, masuknya atlet terjun payung Kabupaten Bekasi berdasarkan raihan poin di event International Open Parachuting Championship (IOPC), Kota Manado 2018 lalu.

Tahapan tersebut membawa dua nama atlet binaan Kabupaten Bekasi pada bursa atlet PON, mewakili Jawa Barat.

“Informasi awal satu tim lima atlet. Namun, ada kabar baru bahwa akan ada pengurangan menjadi tiga atlet dalam satu tim. Kalau memang begitu, peluang berubah juga,” bebernya.

Hingga saat ini, dua atlet andalan Kabupaten Bekasi berada di nomor ketepatan mendarat beregu dan individu. “Kalau dikerucutkan menjadi tiga, peluang hanya ada di Anggi di nomor ketepatan mendarat individu,” imbuhnya.

Meski begitu, Ade mengaku bahwa pihaknya masih menunggu kepastian regulasi.

Mungkin kata dia, pengurus daerah (Pengda) Jawa Barat tengah menjalankan proses verifikasi atlet. “Kita tidak bisa berbuat banyak, karena kita mengikuti regulasi yang dikeluarkan. Bagaimana lagi,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai Training Centre (TC) atlet Pelatda, Ade menegaskan bahwa latihan kemungkinan tidak berjalan maksimal.

Karena, pesawat yang digunakan latihan tidak berada di tempat, dalam kurun waktu yang cukup lama.

“Latihan terkendala, karena beberapa pesawat masih beroperasi di Monas, Jakarta untuk mengamankan Mahkamah Konstitusi (MK), menjelang dan pasca Pilpres,” bebernya.

Sekedar informasi, setelah verifikasi dilakukan, tahapan lain yang akan dijalankan yakni Babak Kualifikasi (BK) pra PON pada September 2019 di Manado. (dan)

Tags
Close