Berita UtamaOlahraga

Kiprah Gunawan (36) Sebagai Pelatih Panjat di Cina

Lolos Lewat Seleksi Ketat, Latih Atlet Pelajar di Yuncheng

FPTI
FOTO BERSAMA: Gunawan (ketiga kiri) bersama atlet panjat tebing di sekolah, Songjiang Wushu School. Provinsi Shandong, Cina. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Atlet senior andalan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bekasi Gunawan (36), menjadi salah satu atlet Indonesia yang dipercaya melatih atlet pelajar salah satu sekolah di Cina. Apa saja aktivitas Gunawan selama disana?, berikut laporannya.

Gunawan mengaku, melatih panjat tebing di sekolah Wushu, Songjiang Wushu School di wilayah Yuncheng.
Bersama satu rekannya asal Makassar ia diproyeksikan membawa atlet pelajar yang ditanganinya berprestasi di kejuaraan daerah (Kejurda) dan kejuaraan nasional (Kejurnas) yang juga dihelat disana.

“Saya ngelatih di sekolah wushu, Songjiang Wushu School, Provinsi Shandong, daerah Yuncheng. Disini saya melatih panjat tebing untuk persiapan kejuaraan nasional (Kejurnas) di Cina bulan Agustus 2019,” ujarnya ketika dihubungi Radar Bekasi, Selasa (18/6).

Pola latihan selama disana diakuinya berbeda. Dengan fasilitas pendukung sejumlah atlet pelajar mampu berkembang cepat.

“Artinya mereka sudah punya dasar. Padahal mereka sebelumnya latihan secara individu. Dua bulan, dari April 2019, kini mereka sudah baik. Dan di luar prediksi juga mereka bisa berkembang lebih cepat,” katanya.

Selama melatih, Gunawan mengaku lebih ke praktik karena terkendala Bahasa. Jika harus memberikan teori ia dibantu oleh penerjemah. “Ya, terkendala hanya pada bahasa. Maka, latihan lebih pada praktik langsung. Saya biasanya mengawali dengan memberikan contoh. Lalu diikuti dan begitu seterusnya,” bebernya.

Atlet pelajar yang ditukanginya saat ini merupakan pelajar sekolah menengah.
“Tapi saya akui, mereka sudah berkualitas. Saya juga terapkan metode sample and watching untuk melatihnya” katanya.

Gunawan menjelaskan, untuk bisa melatih di negara tersebut tidaklah mudah. Sebelumnya, ada banyak pelatih dari Indonesia yang mendaftar untuk bisa membagikan ilmunya.

“Tapi hanya dipilih dua orang oleh FPTI pusat. Saya dan teman saya Khaeril Anwar dari Makassar,” ujar lelaki peraih dua medali emas di Porda 2018 Jawa Barat itu.

Gunawan dipercaya mengembangkan dua nomor andalan yakni speed world record perorangan putra dan speed track perorangan putra, sesuai capaian prestasinya selama ini. Meski keterampilan lain dimiliki Gunawan pada nomor speed relay, seperti ketika dirinya turun pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016.

“Mereka melihat hasil saya di nomor-nomor andalan. Menyesuaikan kebutuhannya untuk persiapan kejuaraan nasional mereka. Sayapun bisa terpilih,” bebernya yang diproyeksikan melatih hingga Agustus 2019 mendatang. (dan)

Tags
Close