Berita UtamaPendidikan

PPDB Makin ’Ribet’

Jalur Prestasi Sepi Peminat

RadarBekasi.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online resmi dibuka sejak senin kemarin hingga 22 juni mendatang. Siswa SMP yang ingin melanjutkan kejenjang SMA/SMK di Kota atau kabupaten Bekasi wajib mendaftar secara online.

Namun ternyata, tidak semua orang tua paham dengan proses tersebut. Sebagian besar, masih kebingungan mendaftar PPDB secara online. Seperti yang dialami oleh warga kelurahan Kayuringin, Antoro.

Pria berusia 54 tahun ini akan mendaftarkan anaknya di SMAN 2 Kota Bekasi. Dia harus mengantre cukup lama untuk mendapat formulir pendaftaran. Seharusnya, kata dia formulir pendaftaran bisa diperoleh melalui cara online. Setelah itu siswa atau orang tua bisa menyerahkan berkas pendaftaran ke sekolah yang dituju.

“Saya enggak paham cara daftar onlinenya. Terus banyak berkas yang bikin ribet, seperti keterangan domisili. PPDB sekarang makin ribet saja,” katanya.

Menurutnya, istilah itu membingungkan dan cenderung menimbulkan kecurigaan. Pasalnya, peran operator atau juga seleksi orangtua murid sulit memantaunya. “Siapa menjamin jarak rumah dan sekolah kita tidak berubah. Jadi seharusnya pengumumannya nanti harus transparan,” katanya.

Akibat belum mendaftar secara online, dia harus menunggu lebih lama lantaran petugas PPDB perlu memvalidasi berkas peserta sesuai domisili. Mengingat saat ini, pemerintah memberlakukan sistem zonasi. ”Saya datang dari pukul 07.00 WIB, tapi sampai sekarang (pukul 11.00 WIB), belum dipanggil juga untuk melengkapi persyaratan,” keluhnya.

Dengan adanya jalur zonasi, nilai Ujian Nasional (UN) pun tidak berlaku. Kondisi ini dikeluhkan sebagian orang tua wali murid, Gegen (42). Dia mengaku memilih jalur zonasi wilayah untuk masuk SMAN 1 Tambun Selatan. Meskipun putranya mendapatkan nilai ujian akhir di atas rata-rata, yakni dengan nilai yang diperoleh 28.

”Nilai anak saya cukup lumayan, yakni 28. Karena kebetulan saya sebagai warga Tambun, dan anak saya juga lulusan dari SMPN 1 Tambun jadi untuk bisa keterima, lebih baik memilih melalui jalur zonasi ketimbang prestasi,” ujarnya saat ditemui di SMAN 1 Tambun Selatan, kemarin.

Dia juga menyayangkan dengan aturan tersebut. Menurutnya, kondisi ini akan membatasi pilihan siswa untuk memilih sekolah yang diinginkan,” Untuk apa ada UN kalau nilainya tidak digunakan dalam PPDB,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Cikarang Pusat, Wijayanti menjelaskan, hingga memasuki hari kedua dari 216 yang kuota murid yang akan diterima tidak ada satupun yang melawati jalur prestasi maupun pindahan orang tua murid.

”SMAN 2 akan menerima siswa baru sesuai kuota yaitu 216 murid, yakni dari enam kelas yang akan dibuka, dan setiap kelasnya ada 36 murid. Hingga memasuki hari kedua ini baru ada 126 siswa yang mendaftar, dan secara keseluruhan semua siswa yang sudah mendaftar merupakan jalur zonasi,” jelasnya.

Meskipun untuk sisa kuota masih banyak, Kata Wanita yang karib disapa Wiwi ini pada hari terakhir biasanya sudah akan penuh, sebab untuk sekolahnya nanti akan menerima limpahan dari SMAN 1 Cikarang Pusat.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 1 Cikarang Pusat, Royalih menjelaskan memasuki hari kedua sudah ada 12 siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi dan satu siswa melalui jalur pindahan orang tua murid. Dari 347 siswa yang sudah mendaftar di hari kedua.

”Memang untuk saat ini sudah tidak ada lagi mana yang sekolah favorit atau tidak, karena kebijakan PPDB online lebih mengedepankan jalur zonasi dari pada prestasi. Sebab untuk zonasi 90persen, sedangkan prestasi hanya 5persen. Oleh sebab itu jargon Provinsi Jabar dapat sekolah dimana saja menuju Jabar Kahiji,” tuturnya.

Sementara itu, proses PPDB di SMPN 34 Kota Bekasi terhenti. Pasalnya, di sekolah tersebut terjadi pemadaman listik. Akibatnya, panitia menunda proses verifikasi data. “Ini kita tunggu sampai listrik menyala baru verifikasi data akan kami lanjutkan,” kata Wakil Kepala Sekolah SMPN 34 Kota Bekasi Bidang Kesiswaan, Kuswoyo.

Menurutnya, Verifikasi data tidak bisa dilakukan secara manual. Karena sekolah akan memverifikasi jarak sekolah, ”Verifikasi data membutuhkan waktu yang cukup lama ya jadi kita gabisa buru-buru dalam memasukan data,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono menegaskan tidak ada yang di prioritaskan dalam pendaftaran peserta didik baru tahun 2019 disini, semua wajib mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh panitia PPDB.

Tri juga menghimbau kepada panitia pelaksana agar menyediakan tempat untuk menunggu gilirannya masuk supaya tidak menumpuk di depan pintu. Karena akan menyulitkan orang lain untuk lewat serta disiapkan pengeras suara supaya bisa terdengar jika gilirannya sudah di panggil.

“Untuk panitia pelaksana, tolong disediakan ruangan atau tempat duduk untuk orangtua calon peserta didik dan pengeras suara, supaya tidak menumpuk di pintu masuk karna menyulitkan orang lain untuk lewat, sediakan pengeras suara juga untuk memanggil calon peserta didik baru,” tegasnya. (and/cr46)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker