Jurnalisme WargaOpini

Antara Orang Tua, Guru dan Sekolah (habis)

Oleh: Mar’atus Sholihah

Radarbekasi.id – Menurut Dr. Irwan Prayitno dalam bukunya yang berjudul 24 Jam Bersama Anak menuliskan bahwa, “Kebersamaan orang tua dengan anaknya, tidak saja memberi makan atau minum tapi juga memberi pendidikan yang tepat. Salah satunya memberikan motivasi yang kuat dalam pendidikan (menuntut ilmu) sehingga pendidikan menjadi efektif.”

Berdasarkan kutipan di atas, begitu penting peran orang tua terhadap pendidikan dan perkembangan anak, sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua demi tercapainya generasi cemerlang yang diharapkan. Tetapi kenyataannya, dengan kesibukan orang tua yang luar biasa padat membuat mereka tidak memiliki cukup waktu bagi putra-putrinya. Orang tua menuntut guru sebagai orang tua kedua dalam arti yang sesungguhnya, karena orang tua benar-benar menyerahkan pendidikan dan perkembangan akhlak putra-putrinya terhadap sekolah dan guru.

Baca : Antara Orang Tua, Guru dan Sekolah (1)

Sebagai guru, selain memberikan pengajaran dan pendidikan sesuai bidang yang diampunya, juga memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak didiknya dengan tulus dan sepenuh hati. Tetapi, apakah cukup sekolah dan guru menjadi pengasuh yang mumpuni bagi anak walaupun mereka berada di sekolah dalam waktu yang lebih lama? Saya rasa tidak.

Anak-anak tetap membutuhkan perhatian, bimbingan, sentuhan dan bahkan hukuman dari orang tua saat anak melakukan kesalahan. Dan sampai saat ini pun kita masih percaya bahwa orang tua tetaplah menjadi pendidik dan pengasuh yang terbaik bagi putra-putrinya. Seperti yang tertulis dalam hadis, “Tidak ada pemberian yang diberikan orang tua kepada anaknya yang lebih baik dibandingkan penanaman akhlak terpuji” (HR. Ahmad, Hakim, Turmudzi dan Baihaqi).

Melihat kondisi saat ini, yaitu kondisi di mana orang tua yang sangat sibuk bekerja pulang sampai larut malam, sekolah dan guru belum bisa sepenuhnya bertanggung jawab terhadap pendidikan dan perkembangan secara maksimal, maka kerjasama yang baik antara orang tua, guru dan pihak sekolah bisa dijadikan sebagai jalan keluarnya. Jangan sampai orang tua beranggapan karena sudah merasa menyekolahkan putra-putrinya di sekolah dengan biaya yang mahal, orang tua tidak perlu lagi memikirkan tentang perkembangan akademik dan akhlak putra-putrinya. Semua hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab guru dan sekolah.

Beberapa langkah yang perlu diambil supaya putra-putri kita tetap mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang terbaik. Yakni, pertama, menjalin komunikasi. Sekolah selalu melibatkan orang tua dalam perkembangan anak di sekolah, baik akademik maupun akhlaknya, supaya terjadi sinkronisasi antara pendidikan di sekolah dan pelaksanaanya di rumah. Jika di sekolah anak diajarkan salat tepat waktu dan tertib, di rumah pun orang tua memperhatikan dan bisa memberikan suri tauladan yang baik bagi putra-putrinya.

Kedua, orang tua memaksimalkan waktu yang sedikit tersebut bersama putra-putrinya di rumah, supaya anak mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tua. Jangan sampai sepulang kerja orang tua menggunakan waktu yang sedikit tersebut dengan memegang ponsel atau kesibukan yang lain tanpa kebersamaan dengan keluarga. Akibatnya, putra-putri kita tidak mendapatkan ketenangan dan kenyamanan di rumah, karena kurangnya perhatian dari orang tua. Sehingga mencari ketenangan dan kenyamanan psikologis di luar bersama teman, gadget, handphone atau games yang membuat mereka lebih nyaman.

Semoga orang tua, guru dan pihak sekolah bisa mengantarkan putra-putri kita ke gerbang masa depan yang gemilang untuk meraih kebahagian dunia dan akhiratnya, Amin. (*)

Guru SD Al Muslim Tambun

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker