BeladiriBerita UtamaOlahraga

Agenda Popda Mundur Empat Bulan

Popda
ATLET KEMPO: Sejumlah atlet kempo pelajar Kabupaten Bekasi tengah dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Bekasi 2019. DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Asan Asari akhirnya buka suara terkait mundurnya agenda Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Bekasi 2019.

Ketika dikonfirmasi Radar Bekasi, Senin (24/6) Asan menegaskan bahwa pelaksanaan Popda akan dihelat di bulan Oktober 2019. Agenda tersebut molor empat bulan yang sebelumnya direncanakan akan dihelat pada Juli 2019.

Asan mengaku banyak hal yang belum di selesaikan kaitan dengan kelancaran olahraga multi event pelajar tingkat daerah tersebut.

“Oktober (Popda dijalankan). Daripada menjadi masalah, lebih baik diundur, biar lebih mateng persiapannya,” tegas Asan.

Mundurnya jadwal Popda hingga empat bulan kedepan juga menuai reaksi dari pengurus cabang (Pengcab) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Bekasi.

Ketua Umum Perkemi Dadik Pranadi mengaku sejumlah atlet pelajar peserta Popda sempat kecewa.

“Memang para atlet agak kecewa karena mereka sangat antusias untuk bertanding. Namun dengan permasalah yang ada, cabor bisa menanggulangi,” katanya

Mundurnya jadwal Popda membuat pembinaan atlet pelajar di masing-masing sekolah kembali dimaksimalkan.

Terkait persiapan Popda sendiri, Kempo sudah mempersiapkan sejak Januari lalu. Sebanyak 45 atlet pelajar SMP dan SMA dari berbagai sekolah dan kecamatan di Kabupaten Bekasi telah mempersiapkan diri untuk bertanding di Popda tingkat Kabupaten.

Atlet yang berdomisili di Cibarusah, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Tambun Selatan, Tarumajaya, Cibitung dan Setu sudah masuk pada data base.

“Sejak Januari, 45 atlet kempo remaja pelajar telah mempersiapkan diri untuk bertanding di Popda,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sejumlah atlet bakal bersaing di 14 nomor yang dipertandingkan. Atlet yang terbagi menjadi tiga kelompok besar yakni Tandoku atau kerapihan dan keindahan teknik perorangan. Embu atau kerapihan teknik berpasangan putra, putri dan campuran. Lalu ketiganya, randori atau perkelahian bebas putra dan putri khusus mereka yang sudah berusia 15 – 18 tahun.

“Dibawah usia 15 tahun dilarang ikut nomor randori,” tukasnya. (dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker