Jurnalisme WargaOpini

Kenali Tipe Anak Didikmu

Oleh: Yuli Astuti

Radarbekasi.id – Guru adalah orang pertama yang memberikan pendidikan di sekolah, setelah ibu yang menjadi orang pertama dalam proses pendidikan di rumah. Ibu disebut juga madrasatun ula, di mana peran ibu dalam keluarga sangat besar bagi perkembangan pendidikan anak. Belajar sepanjang hayat, bahkan belajar dari buaian hingga tiang lahat adalah kewajiban bagi umat muslim. Dalam proses belajar ini, guru harus memperhatikan bahwa tidak semua anak itu mempunyai sikap yang sama. Mereka adalah pribadi yang unik dan spesial. Mereka mempunyai kelebihan masing-masing yang harus kita kenali sebagai seorang pendidik. Mengenali masing-masing karakter anak didik adalah tugas guru yang ada dalam tupoksi guru, yaitu membimbing dan melatih peserta didik dengan baik.

Mengajar, membimbing dan mendidik adalah salah satu peran guru di sekolah. Guru juga harus mengembangkan bakat anak didik sebagai fungsi guru, dan ini sangat membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Selain mengarahkan anak didik, guru juga menjadi ibu, sekaligus teman bagi mereka. Guru bisa mengajak mereka berbicara, dan komunikasi yang baik adalah cara guru membuat kelas menjadi hidup.

Di waktu luang, guru membawa anak menyelami dunia mereka. Guru bisa berlaku sebagai teman, seperti bermain bersama, membuat karya bersama. Salah satu yang dapat kita lakukan untuk membuat karya adalah mengenali satu per satu karakter anak didik kita. Ada yang cenderung pendiam, ramai, bergerak tiada henti, bahkan ada juga yang asyik dengan dirinya sendiri. Di situlah peran guru menjadikan kelas sebagai tempat mereka bermain, belajar dan bersahabat. Menjalin pertemanan dengan sesama teman dan guru.

Mengenali anak didik satu per satu dapat dilihat dari cara mereka menyerap pelajaran yang diberikan, atau mengetahui dari gaya belajarnya. Ada tipe anak yang kinestetis, auditori dan juga visual. Kita tidak dapat memaksakan anak belajar dengan suasana yang kita inginkan, karena masing-masing anak mempunyai ciri-ciri yang berbeda dan memiliki gaya belajar sendiri-seindiri. Kemampuan anak menyerap materi belajar tergantung pada gaya belajarnya tersebut. Anak akan mudah menguasai materi yang disampaikan guru dengan caranya sendiri ketika mereka belajar. Mengajar anak dengan gaya belajar kinestetis tentu akan berbeda dengan anak yang mempunyai gaya belajar visual.

Peranan guru mengenali seluruh anak didiknya dengan baik adalah hal yang paling utama, guna tercapai sebuah proses pembelajaran. Pemilihan media dan alat bantu belajar mudah disesuaikan dengan gaya belajar mereka. Ketika mendapati anak bergaya belajar kinestetis, maka cara yang mudah dalam memberikan materi bilangan adalah menggunakan gerakan tubuh dan aktivitas yang menuntut anak untuk bergerak secara bergantian, sehingga pembelajaran akan menjadi menyenangkan dan mudah diserap anak. Anak dengan gaya belajar visual, cenderung melihat sesuatu, maka kita sebagai guru dapat memberikan film yang menarik perhatian siswa. Mereka dapat mengikuti pelajaran dengan sangat baik.
Setiap anak mempunyai kelebihan masing-masing, sehingga jangan memberikan anak sesuai yang kita mau. Biarkan mereka mengeksplorasi apa yang mereka punya dengan arahan dan bimbingan kita.

Anak-anak zaman now sangat antusias dalam menggunakan gadget, maka kita sebagai guru juga harus mengimbangi mereka dengan sarana dan fasilitas yang ada. Menggunakan gadget sebagai media pembelajaran salah satu daya tarik kepada anak-anak yang mempunyai gaya belajar visual. Mereka akan lebih memperhatikan dan lebih konsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran yang dikemas dalam nuansa visual memberikan motivasi untuk mendengarkan dan melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuannya.

Selain menggunakan gadget sebagai media visual, maka guru dapat memberikan media bentuk gambar yang melatih kemampuan anak-anak untuk berpikir kreatif dan inovatif. Dengan demikian, anak mampu melakukan gerak seiring usia mereka yang menyenangi proses belajar yang atraktif. Gaya belajar tersebut sangat cocok bagi anak kinestetik, yaitu menggunakan gambar puzzle yang melibatkan badan bergerak. Ini akan mampu mengatasi kesulitan guru ketika anak tidak dapat diam di kelasnya.
Anak kinestetik lebih menyukai mereka bebas bergerak, sehingga tidak jarang banyak guru mengalami kesulitan dalam manajemen kelas. Upaya yang dilakukan sesuai dengan karakteristik mereka adalah memberikan kebebasan, namun tetap melakukan kegiatan belajar, sehingga anak tidak merasa terpaksa.

Bagitu juga dengan anak yang mempunyai gaya belajar auditori, mereka lebih menyenangi sesuatu melalui pendengarannya. Maka, proses pembelajaran dapat dilakukan dengan proses menghafal, karena mereka peka terhadap suara yang didengarkannya setiap hari. Mereka akan mudah mengingat ucapan yang diberikan guru, maka guru bisa juga memberikan lagu. Dalam belajar, anak-anak tipe auditori akan mudah menerima semua proses pembelajaran yang disampaikan guru. Lagu yang diperdengarkan berisi cakupan materi pelajaran, sehingga anak tipe tersebut akan merasa senang tanpa mengalami paksaan dalam belajar. Menumbuhkan kecintaan terhadap pelajaran akan membantu meningkatkan prestasi mereka.
Sebagai guru zaman now, tantangan tersebut hendaknya sudah menjadi hal yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran. Guru jangan menggunakan model konvensional lagi, namun menggunakan cara mengajar dengan mengenali tipe anak yang akan kita ajar dan kita bimbing. Memberikan motivasi dalam belajar sangat diperlukan anak-anak didik kita, sehingga mereka menjadi anak-anak terbaik. (*)

Guru SD Al Muslim Tambun

Close