BekasiBerita UtamaMetropolis

Mustikajaya Genjot Pencapaian PAD 2019

RAPAT MINGGON
RAPAT MINGGON: Camat dan Sekretaris Kecamatan Mustikajaya, Maka Nahrowi memberikan arahan kepada para petugas UPTB, kelurahan dan kecamatan untuk melakukan pendataan wajib pajak di wilayah setempat. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Pemerintah Kecamatan Mustikajaya melibatkan sejumlah pihak dalam hal penarikan pajak ke objek yang dianggap berpotensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu dilakukan untuk mencapai target PAD pada tahun ini.

Beberapa unsur yang dilibatkan antara lain yakni pegawai pemerintahan di Kecamatan Mustikajaya, para petugas di Unit Pelayanan Terpadu Badan (UPTB), kelurahan dan juga seluruh petugas Pamor yang ada di lingkungan setempat.

Sekretaris Camat Mustikajaya, Maka Nahrowi mengatakan, pihaknya selalu melakukan sosialisasi kepada para wajib pajak. Para petugas yang dilibatkan juga diimbau untuk memaksimalkan penagihan bagi para wajib pajak yang belum membayar.

“Kita ini lagi giat-giatnya mempercepat penarikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), PAD yang sedang kita gencarkan berupa PBB, Pajak Reklame Kain, Pajak IMB rehab,” katanya usai melakukan apel pagi di Kantor Kecamatan Mustikajaya, Rabu (27/6).

APEL PAGI
APEL PAGI: Sekretaris Camat Mustikajaya, Maka Nahrowi memberikan arahan kepada pegawai di Kecamatan Mustika jaya agar sinergi dalam penagihan pajak. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

Ia menjelaskan, pihaknya juga meminta kepada UPTD agar mengoptimalkan penarikan pajak rumah makan dan restoran. Sebelumnya melakukan penagihan, mereka diminta mendata terlebih dahulu atau mengundang para pemilik rumah makan dan restoran yang omsetnya mencapai Rp10 juta/bulan.

“Mereka kita undang terlebih dahulu dan kita berikan sosialisasi kepada mereka melalui kita maupun UPTB. Jika mereka sudah mengerti dan menerima, baru akan kita tarik pajaknya,” ucapnya.
“Kita hanya membantu saja agar pendapatan PAD di lingkungan Kecamatan Mustikajaya mencapai target,” tambah Maka.

Penarikan pajak rumah makan dan restoran langsung ditagih oleh petugas UPTB. Sedangkan untuk PBB, pajak IMB Rehab dan pajak reklame kain dilakukan oleh petugas dari kecamatan, kelurahan dan petugas Pamor. Mereka diminta untuk selalu menyisir sampai ke rumah-rumah warga sekitar.

“Karena Pamor merupakan ujung tombak yang setiap harinya melakukan penyisiran dan melakukan penagihan PBB di kalangan warga masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Pihaknya berharap target PAD yang diberikan dapat tercapai atau bahkan melampaui target.(pay/adv)

Tags
Close