CikarangLingkungan

Wilayah Kekeringan Meluas

Pipanisasi Terhambat Pencairan Anggaran

Wilayah Kekeringan Meluas
DISTRIBUSI AIR BERSIH: Sejumlah warga antre untuk mendapatkan air bersih yang diberikan BPBD Kabupaten Bekasi di Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/6). Distribusi air bersih itu dilakukan guna menanggulangi masalah krisis air bersih dampak kekeringan yang terus meluas di Kecamatan Cibarusah. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Wilayah yang dilanda kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi meluas. Demikian hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya.

Ia menuturkan, kekeringan yang awalnya hanya terjadi di dua desa kini menjadi tiga desa. Di antaranya Desa Ridhomanah, Desa Ridhogalih dan Desa Sirnajati.

“Sebelumnya memang hanya dua desa, namun beberapa hari belakangan nambah (bertambah, red) satu desa lagi,” katanya kepada Radar Bekasi, Rabu (26/6).

Dirinya sempat mengatakan, kekeringan juga beropetensi terjadi di beberapa desa yang berada di lima kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Pusat dan Cikarang Selatan.

“Dan kami kebijakannya hanya memberikan bantuan penyuplaian air bersih bekerjasama dengan PDAM Tirta Baghasasi,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju juga menyatakan, pihaknya baru dapat memberikan air bersih. Rencana pemasangan pipa jaringan untuk menyalurkan air ke wilayah Cibarusah yang sempat digembar-gemborkan pada tahun 2018 lalu masih belum terealisasi.

“Kami dari Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan kebijakan, dimana saat ini untuk jangka pendek adalah dengan memberikan bantuan air yang dilaksanakan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Baghasasi untuk membantu penyaluran air bersih,” ujarnya.

Uju mengatakan, saat ini proses pencairan anggaran penyertaan modal untuk PDAM Tirta Bhagasasi sedang diproses. Jika sudah dicairkan, maka rencana Pemkab Bekasi untuk memberikan solusi jangka panjang bisa langsung dieksekusi. Tentunya, dengan menempuh sejumlah proses terlebih dahulu.

Sebelumnya diberitakan, warga Cibarusah berharap agar masalah kekeringan dapat segera selesai pada tahun 2020. Sebab, masyarakat sangat jenuh karena selalu mengalami kesulitan air ketika musim kemarau tiba.

Warga Kampung Gempul, Desa Ridhogalih, Robby (50) mengatakan, dirinya harus mengambil air di Sungai Cihoe setiap musim kemarau tiba. Terkadang, ia tidak kebagian air karena kehabisan

Terpisah, Direktur Tekhnis PDAM Tirta Baghasasi, Jhony Dewanto menuturkan, pihaknya sudah mengupayakan pembangunan pipanisasi. Namun untuk penyambungan ke arah Cibarusah perlu ada komunikasi karena harus melintasi melintasi Jembatan Cipamingkis.

“Pekerjaan pipanisasi sudah mulai kami lakukan meskipun anggaran penyertaan modal hingga saat ini belum turun. Dan kami yakini adanya pembangunan yang sudah dimulai dapat menangani masalah kekeringan dibeberapa titik dari tiga desa yang ada di Kecamatan Cibarusah,” tuturnya. (and)

Close