Berita UtamaMetropolisPeristiwa

Jaksa Tolak Pembelaan Haris

RadarBekasi.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak seluruh nota pembelaan atau pledoi yang diajukan kuasa hukum dan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Harry Aris Sandigon alias Haris Simamora.

Hal itu diungkapkan pada sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga tersebut dengan agenda replik di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Bekasi, Rabu (3/7).

Dalam sidang, JPU Fariz Rachman juga membeberkan sejumlah fakta persidangan. Terdakwa diketahui membawa kabur HP korban supaya jejaknya tidak diketahui.

Kedua, uang sebesar Rp2 juta dan mobil milik korban yang diambil oleh terdakwa digunakan untuk melarikan diri. Linggis yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban dibuang sebagai salah satu cara untuk menyembunyikan perbuatannya.

Rentetan fakta tersebut menurut jaksa dilakukan dengan cara-cara yang telah dipikirkan secara matang. Berbeda dengan pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa perbuatan terdakwa dilakukan secara spontan.

“Dengan membuang linggis yang digunakan untuk membunuh korban ke Kalimalang adalah cara-cara seseorang untuk menyembunyikan perbuatannya yang telah dipikirkan secara matang,” terang JPU, Fariz Rachman ditengah persidangan, Rabu (3/7).

Sidang berlangsung singkat, agenda sidang siang itu hanya pembacaan replik dari JPU. Setelah itu sidang ditutup dengan kesimpulan JPU meminta hakim menolak pledoi dari kuasa hukum terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan pada hari Senin pekan depan dengan agenda tanggapan dari penasehat hukum terdakwa atau duplik.

“Maka dapat disimpulkan bahwa materi pledoi terdakwa sudah sepatutnya ditolak atau tidak dapat diterima, dan kami selaku penuntut umum memohon supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan putusan sesuai dengan yang telah kami ajukan dalam tuntutan,” tambahnya.

Sebelumnya penasehat hukum terdakwa, Alam Simamora mengatakan bahwa tuntutan JPU pada pasal 340 sudah selayaknya untuk ditolak karena tidak terdapat unsur-unsur pembunuhan berencana.

“Iya, karena tadi dikatakan ia mendapatkan suatu tekanan psikologi, dihina itu, sehingga ia melakukan perbuatan diluar kontrol karena emosi,” ungkapnya usai pembacaan pledoi pekan lalu.

Diketahui, Haris merupakan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan, di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, pada 12 November 2018 lalu.

Korban tewas satu keluarga adalah Daperum Nainggolan dan Istrinya Maya Boru Ambarita serta, dua anaknya Sarah (9) dan Arya Nainggolan (7). (sur)

Close