CikarangOtomotif

Suzuki Tambun II Didemo

Presdir Diminta Tindak Karyawan Diduga Korupsi

Suzuki Tambun II Didemo
UNJUK RASA: Sejumlah pegawai PT Suzuki Indomobil Motor melakukan unjuk rasa di depan kantor mereka, Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (5/7). Dalam aksinya, mereka menuntut manajemen perusahaan menindak tegas oknum karyawan yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Puluhan karyawan PT Suzuki Indomobil motor Plant Tambun II melakukan unjuk rasa (demo) di depan perusahaan tempat mereka bekerja, Jumat (5/7) sore. Mereka meminta pihak perusahaan menindak tegas oknum karyawan yang diduga melakukan penyelewengan dana (korupsi).

Ketua Pimpinan Unit Kerja Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II, Heru Wibowo menegaskan, presiden direktur perusahaan tersebut harus mengambil tindakan tegas. Pasalnya, karyawan yang diduga melakukan korupsi sampai saat ini masih bebas bekerja.

”Presiden direktur harus bertanggung jawab atas ini, karena dialah yang memimpin tanggung jawab penuh Suzuki Indomobil motor Plant Tambun II. Yang bersangkutan (oknum karyawan diduga korupsi) masih bekerja di Pulogadung, sebagai manajemen keuangan,” katanya.

Menurut Heru, tidak adanya pemecatan kepada oknum karyawan yang diduga melakukan korupsi itu menunjukkan ketidakadilan. Karena, jika karyawan lain setingkat operator yang melakukan kesalahan langsung diganjar sanksi tegas. Bahkan, diskros sebelum adanya bukti tentang kesalahan tersebut.

”Dugaan ini (tindak pidana korupsi) diakui sendiri oleh jajaran manajemennya sendiri, dan kita juga mempunyai risalah, klarifikasi tudingan itu yang mengakui bahwa yang bersangkutan sedang dilakukan proses hukum,” ujarnya.

Heru mengatakan, semua karyawan yang melakukan unjuk rasa menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas. ”Ada (diduga) penyelewenangan dana sebesar 500 ribu dolar singapura. Kalau logika kita berfikir, seseorang yang sudah masuk dalam proses penyelidikan kepolisian, artinya sudah ada BAP, pastinya sudah ada barang bukti,”

Rencananya, aksi ini akan dilakukan selama tujuh hari. Jika tidak digubris, ia berencana melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Dalam aksi tersebut, puluhan karyawan juga meminta adanya proses penyegaran manajem, peningkatan kesejahteraan, meminta peningkatan dana pensiun, dan terakhir meminta adanya penambahan plafon anggaran pengobatan.

Sampai dengan berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak perusahaan terkait dengan tuntutan yang disampaikan demonstran tersebut. (pra)

Close