Jurnalisme WargaOpini

Menyiasati Pengaruh Medsos Bagi Pelajar (1)

Oleh : Sujarni

Radarbekasi.id – Saat ini, kehidupan remaja tak bisa lepas dari media sosial. Media sosial sudah menjadi santapan setiap saat, sudah seperti candu. Lihat saja realita yang ada saat ini, kemanapun mereka berada, internet dan smartphone sudah menyita sebagian besar waktu mereka. Mereka sering menggunakan facebook, twitter, instagram, path, wattpad, youtube, game online dan masih banyak lagi. Semuanya menawarkan kemudahan, sehingga remaja betah berlama-lama menggunakannya.

Hal-hal yang tidak terjawab oleh orang-orang di sekelilingnya, mudah dicari jawabannya dengan membuka internet. Cukup dengan klik, mereka akan melanglang buana menjelajahi hal-hal yang belum mereka ketahui dan pengetahuan itu belum tentu baik dan layak untuk usia mereka. Karena itulah, orang tua, kerabat, kawan dan family diharapkan dapat mendampingi para remaja agar bijak bermedsos. Media sosial yang baik ialah media sosial yang dapat memberikan contoh dan ide-ide positif. Hal-hal yang tidak patut dijadikan contoh, harus dijadikan sebagai satu pembelajaran saja, sekedar contoh yang tak patut ditiru.

Pesona selebriti juga sering menjadi incaran anak muda. Terlihat, bagaimana mereka mengidolakan dunia ‘seleb’. Mereka meniru gaya hidup materislis yang sering ditampilkan ‘seleb’. Dengan alasan tak ingin dianggap ‘kudet,’ kurang update informasi kekinian, mereka berlomba membaca segala info yang ada. Dalam jangka waktu lama, pola pikir dan sikap mereka berorientasi pada materi, ekonomi, ketenaran dan gemerlap dunia bintang.

Baca : Menyiasati Pengaruh Medsos Bagi Pelajar (habis)

Satu keberuntungan jika salah satu dari sekian banyak kaum muda berhasil mengikuti jejak ‘seleb’, lantas bagaimana dengan yang tidak beruntung? Bagaimana bila mereka putus asa dan depresi? Tentu berbahaya bukan? Mereka akan melakukan cara yang tidak masuk akal dengan melakukan hal-hal yang melanggar aturan dan norma agama.

Yang lebih memprihatinkan, dunia modern saat ini mengajak dan membentuk kaum remaja menjadi konsumeris dan konsumtif. Lihat saja iklan yang muncul di media sosial seperti televisi dan situs-situs internet, iklan kecantikan, makanan, kepemilikan mobil mewah dan ribuan iklan lain, semakin lama mempengaruhi gaya hidup para remaja sehingga mereka merasa membutuhkan berbagai berbagai produk yang sebenarnya tidak (terlalu) diperlukan.

Remaja memang mudah sekali terpengaruh citra kecantikan yang dibangun media massa. Kecantikan tradisional dan alami saat ini tergerus dengan kecantikan modern. Produk kecantikan dengan bintang iklan yang sudah dipoles sedemikian rupa hingga tampak.

Mempesona, laku dipasaran. Contoh nyata, setelah memakai produk pencerah, sang remaja merasa kulitnya sedikit cerah. Demikian juga dengan produk penghalus kulit, akan terasa kulit mereka berubah sedikit halus, dan seterusnya, padahal tak ada yang berubah dalam fisik sang remaja, setelah pemakaian sesaat memang terlihat lebih baik, hanyalah sugesti pribadi dari masing-masing individu. Pada umumnya, mereka tidak memikirkan efek pemakaian jangka panjang dan efek samping tertentu dari produk (kecantikan) itu.

Dunia internet pun demikian. Di dunia maya, para remaja dapat memilih teman seluas-luasnya hingga ujung dunia, dapat membuka segala file yang diminati tanpa ada hambatan. Kebebasan ini dapat berakibat positif sekaligus negatif bagi para remaja. Mereka harus mampu berpikir kritis dan cerdas agar tak mudah terombang-ambing dalam dunia maya. Ambil manfaat dari sisi positif dan tinggalkan sisi negatifnya. (*)

Guru MTs Negeri 3 Bekasi

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × three =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker