Berita UtamaCikarangPeristiwa

Berenang, Remaja Tenggelam di Kali Bekasi

Berenang, Remaja Tenggelam di Kali Bekasi
JADI TONTONAN WARGA: Petugas gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Bekasi dan Pemadam Kebakaran mencari korban tenggelam bernama Zico Ibrahim (14) di Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Selasa (9/7). Proses pencarian teresebut menjadi tontona warga. ARIESANT/RADAR BEKASIpp

RadarBekasi.id – Seorang remaja bernama Zico Ibrahim (13) disebut tenggelam di aliran Kali Bekasi di Kampung Babelan Kota, RT 01/01, Desa Babelan Kota. Warga dan tim evakuasi turun langsung untuk melakukan pecarian.

Berdasarkan pantuan Radar Bekasi, peristiwa ini menyedot perhatian ratusan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Fasililator Desa Tangguh Bencana (Destana) Babelan Kota, Iin Sumisno mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama dengan empat orang temannya mencari burung di bantaran Kali Bekasi,

Setelah itu, korban mengajak empat rekannya berenang di kali tersebut karena burung yang dicari tak kunjung ditemukan. Empat orang rekannya mengiyakan ajakan tersebut. Saat temannya sedang membuka baju untuk berenang, ia lompat lebih dulu ke kali tersebut.

Melihat korban berenang sendirian, kata Iin, empat rekannya sempat mengingatkan korban agar kembali naik ke pinggir kali. Supaya, bisa berenang bersama-sama.

Merespon ajakan temannya, Zico sempat menepi. Namun, setelah itu dia kembali ke tengah untuk menyebrang. Sesampainya di tengah, Zico langsung meminta tolong kepada rekannya dengan berteriak. Empat rekannya mengira dia sedang bercanda hingga akhirnya korban terbawa arus kali yang sedang deras.

Keempat rekannya berusaha menolong dengan mengejar korban. Sayangnya korban tak berhasil dijangkau karena arus kali yang deras.

Mereka pun melaporkan kejadian itu ke warga yang sedang memancing di sekitar lokasi. Warga tersebut pun langsung melaporkan ke warga lain dan pemerintah desa karena tidak berani berenang.

”Jadi anak ini niatnya mau mandi (berenang) di kali. Tapi karena korban berenangnya duluan, makanya saat terbawa arus, empat rekannya tidak bisa menolong. Saya belum tahu dengan jelas anak ini sering mandi di sini atau gimana,” ujarnya dilokasi kejadian.

Pencarian korban dilakukan menggunakan perahu dengan menyusuri kali sejauh 300 meter dari lokasi. Kemudian, sebagian orang lainnya mencari dengan langsung berenang.

Pihaknya memprediksi korban terbawa arus. ”Nanti ada tahapan kedua menggunakan mikser, misalkan tidak ditemukan akan menyelam,” tuturnya.(pra)

Close