BeladiriOlahraga

IPSI Koleksi Tiga Emas

Bidik Juara Umum

Ipsi
BREAFING: Atlet Kabupaten Bekasi, ketika menerima arahan dari pelatih pada agenda Powilda Jawa Barat di Gor Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran, Bandung, Rabu (10/7). DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI.

Radarbekasi.id – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bekasi sudah mengantongi tiga medali emas dari sepuluh atlet yang masuk babak final Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat 2019.

Pelatih IPSI Kabupaten Bekasi, Bayu Hananto Kurniawan mengatakan, dari enam atlet yang bertanding di final, tiga medali emas sudah berhasil diraih. Masih ada empat atlet yang akan berjuang di final. Dia optimis bisa meraih juara umum pada pentas olahraga pelajar tingkat Jawa Barat tersebut.

“Secara umum persiapan berjalan sesuai dengan program. Dengan persiapan yang ada kami optimis mampu menjadi juara umum,” ujar Bayu.

Untuk meraih target juara umum pihaknya harus menyabet enam hingga tujuh medali emas. Peluang juara umum sendiri, lanjut Bayu masih terbuka, karena masih ada empat atlet yang saat ini belum bertanding di final.

“Insya Allah akan dimaksimalkan semua. Sekarang, kita masih di tiga emas, tiga perak lima perunggu. Kita masih butuh empat emas lagi, tiga lainnya sudah kita raih,” bebernya.

Sementara ini kata dia, IPSI Kabupaten Bekasi masih bertengger di peringkat ketiga raihan medali sementara setelah Subang dan Karawang. Pihaknya merinci hingga akhir pertandingan jika berjalan mulus pesaing diatasnya Subang maksimal meraih enam emas dan Karawang lima emas.

“Kita maksimal bisa tujuh emas dari total yang masuk final ada sepuluh nomor tanding,” bebernya.

Informasi yang berhasil dihimpun, pesilat Kabupaten Bekasi pada nomor H putri akan bertemu dengan Karawang. Lalu di nomor B putra akan bertemu Kota Cimahi, disusul kategori A putra melawan Kota Bekasi dan A putri berhadapan dengan Subang.

“Dari semua potensi, hanya A putri melawan Subang yang berat. Anak Subang itu merupakan binaan Ragunan dan asli domisili Subang,” katanya.

Secara kualitas, Bayu menambahkan, kualitas kedua atlet bagus. Namun, yang akan membedakan yakni kesiapan mental dan keberuntungan.

“Kita sudah tau kekuatan lawan kita yang satu itu. Tapi, tidak ada yang gak mungkin juga untuk bisa menang,” tukasnya. (dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker