Pendidikan

MPLS di SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School

Ajarkan Anak Menahan Rindu pada Orang Tua

MPLS
BELAJAR: Sejumlah siswa SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School terlihat sedang belajar. Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru bakal dilaksanakan oleh sekolah-sekolah dalam waktu dekat, tak terkecuali di SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi. Terdapat beberapa perbedaan MPLS di sekolah swasta ini dibandingkan sekolah pada umumnya.

SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi siap menghelat masa MPLS bagi siswa baru mulai 15-20 Juli 2019. Kepala Yayasan SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi, Zait Abdurahman Afif, mengungkapkan secara umum MPLS disekolahnya sama dengan sekolah pada umumnya. Namun ada beberapa poin yang membedakannya.

”Secara garis besar kegaiatan MPLS ini kan mengenalkan lingkungan sekolah dan pembelajarannya. Kita pun sama, tetapi ada beberapa poin yang membedakan,” ujarnya belum lama ini.

Selain waktu kegiatan yang lebih panjang selama lima hari, siswa baru juga wajib menginap di sekolah. Perbedaan lainnya adalah siswa baru akan mendapatkan materi muslim style, suka duka di pesantren, dan menahan rindu karena jauh dari orang tua.

”Kita menginap karena sekolah kita adalah boarding school, kemudian poin yang paling utama adalah mengajarkan siswa agar bisa menahan rindu terhadap orang tua nya yang jauh,” tuturnya.

Di sekolah umum, MPLS rata-rata dimulai pukul 06.30-15.00 WIB. Namun di SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi, lebih awal pukul 03.30-21.00 WIB.

Kegiatan yang melibatkan santri kelas 8 dan 9 ini akan dimulai dengan salat subuh berjamaah sampai dengan pukul 06.00 WIB, dilanjutkan kegiatan regular pukul 07.30 WIB. ”Ini waktu kegiatan kita memang waktu dan skupnya lebih panjang dibanding dengan siswa-siswa umum nya yang bisa pulang pergi sekolah,” ucapnya.

Zait berharap, MPLS diharapkan dapat membuat siswa baru cepat beradaptasi dengan baik dan terbiasa dengan lingkungan sekolah yang akan mereka jalani selama beberapa tahun kedepan.

“Ini yang paling susah dan semoga guru-guru yang ada bisa benar-benar melatih santri baru kami dengan sistem Boarding School,” pungkasnya. (dew)

Tags
Close