Berita UtamaOlahraga

Nasib Pordasi Tunggu Rakernas

Keikusertaan di PON Papua 2020

Pordasi
LATIHAN: Atlet berkuda equestarian Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Brayen Brata Coolen tengah berlatih Stal’t Hofstee Amsterdam Belanda. Sebagai persiapan PON XX maupun SEA Games Tahun 2019 ini. IST/RADAR BEKASIPordasi

Radarbekasi.id – Kabar keikutsertaan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 belum jelas.

Sejumlah pengurus daerah (Pengda) termasuk Pengda Pordasi Jawa Barat belum mendapat informasi pasti diikutsertakan atau tidaknya Pordasi di PON.

Sekretaris Umum Pengda Pordasi Jawa Barat Yeyen Rusiana mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari pengurus pusat.

“Keputusan, masih nunggu Rakernas Pordasi dan keputusan KONI pusat. Kan Pengurusnya baru sekarang,” ujar Yeyen kepada Radar Bekasi, Kamis (11/7).

Untuk pembahasan di tingkat Pengda, lanjut Yeyen, sudah dilakukan. Bahkan, Pengda sudah mengantongi sedikitnya 25 atlet berkuda untuk PON nanti.

Hasil bahasan tersebut, kata dia, sudah disampaikan pada Pengurus Pusat (PP) Pordasi. “Kalau pengda (Jawa Barat) sudah menyampaikan ke PP, kan ini yang mutusin pusat dengan tuan rumah PON. Semuanya kembali pada keputusan KONI pusat, PB PON Papua dan PP Pordasi. Intinya, kalau Jabar sudah siap,” tegasnya.

Terkait peluang Pordasi bisa tampil di PON Papua 2020, Yeyen enggan berspekulasi. Namun ia membeberkan bahwa ketika PON Jawa Barat 2016 atlet Papua mampu mendulang medali emas. Disayangkan jika tuan rumah Papua tidak mengikutsertakan cabor Berkuda.

“Saya belum tahu (kepastian pertandingan,red). Cuma kita menyayangkan, karena waktu di PON Jabar 2016, saat kita menjadi tuan rumah, Papua kan dapat medali emas,” imbuhnya.
Lanjut Yeyen, persoalan venue sempat menjadi pembahasan pengurus Pordasi pusat di PON Papua. Padahal kata dia, perihal venue kondisi itu bisa dicarikan solusi.

“Kalau yang jadi kendala masalah venue pertandingan, sebetulnya cabor berkuda bisa dilaksanakan di Jakarta. Panitia pelaksana (Panpel), langsung dari Papua,” beber Yeyen.

Jika dipertandingkan di PON, Pengda sudah mempersiapkan 25 atlet hasil seleksi dan atlet berprestasi di sejumlah event kejuaraan, termasuk Porda 2018 dan PON 2016.

“Insya Allah kalau Jabar sudah siap dengan atlet eks PON kemarin (2016, red) ditambah atlet hasil Porda XIII 2018. Bila fixed dipertandingkan di PON XX, pengda tinggal memverifikasi atlet,” tukasnya.

Dilain tempat, Sekretaris Umum Pordasi, Kabupaten Bekasi, Noviardi Sikumbang mengatakan, bahasan terkait atlet sudah dilakukan pada Rabu (10/7). Hasil rapat, sudah disampaikan pada tiap pengcab di Jawa Barat.

“Kita tetap siapkan Brayen Brata Coolen, untuk PON. Saat ini, dia sudah melakukan persiapan,” cetusnya. (dan)

Tags
Close