Cikarang

Bupati Tak Tahu Progres Penyertaan Modal

Bupati Tak Tahu Progres Penyertaan Modal
KRISIS AIR BERSIH: Warga memanggul air di Desa Ridomanah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, kemarin. Sejumlah wilayah terdampak kekeringan yang melanda selama musim kemarau. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja tidak mengetahui progres penyertaan modal untuk perusahaan plat merah itu. Meskipun, anggaran dalam penyertaan modal tersebut bakal digunakan untuk pemasangan jaringan pipa untuk menyalurkan air ke wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi.

”Nanti akan kami lihat perda penyertaan modal, memang sudah evaluasi gubernur, tapi saya juga belum mengetahui perkembangannya,” katanya, Senin (15/6).

Eka menjelaskan, untuk saat ini, pihaknya mengatasi kekeringan dengan menggunakan anggaran yang masih dimiliki Pemkab Bekasi. Yakni, dengan menyalurkan dan mengirimkan air bersih ke titik-titik yang kekurangan air.

”Langkah yang kami ambil bagaimana memasukan air sampai ke titik kekeringan itu sendiri. Itu sudah kami lakukan dengan menggunakan dana yang ada masih cukup,” jelasnya.

Terpisah, Dewan Pengawas PDAM Tirta Baghasasi, Slamet Supriadi tidak mau berbicara mengenai penyertaan modal. ”Wah kalau untuk masalah proses penyertaan modal, saya tidak kompenten ya untuk menjawab,” kata pria yang juga menjabat sebagai kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi ini.

Kendati demikian, dia menyatakan, PDAM Tirta Bhagasasi masih membutuhkan penyertaan modal untuk melaksanakan sejumlah kegaiatan pembangunan.

”Memang untuk kebutuhan modal masih banyak, karena untuk kepentingan pelayanan harus ada penyaluran pipanisasi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Peraturan Dareah tentang Penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi tak kunjung dilembardaerahkan. Padahal, anggaran penyertaan modal itu dialokasikan untuk membangun jaringan atau instalansi air di wilayah terdampak kekeringan. Seperti Kecamatan Cibarusah, Serang Baru hingga Bojongmangu.

Anggota DPRD dari Dapil I Kabupaten Bekasi, Cecep Noor menilai, Pemkab Bekasi tidak serius dalam hal menangani kekeringan. Menurut dia, lambatnya realisasi penyertaan modal menunjukan bahwa Pemkab Bekasi tidak peduli dengan kekeringan.

”Tujuan penyertaan modal kepada PDAM untuk menangani masalah kekeringan di Cibarusah. Seharusnya sudah lari jauh mengatasi persoalan kekeringan ini, bukan hanya mengirim air bersih saja,” kata Cecep.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini berpendapat, penyertaan modal sengaja diberikan agar warga di wilayah terdampak kekeringan mendapatkan layanan dari Pemkab Bekasi melalui PDAM Tirta Bhagasasi.

”Kalau (Perda) sudah dilembardaerahkan sejak awal, sampai pertengahan tahun ini seharusnya instalansi air sudah terpasang,” katanya.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker