Cikarang

Pemkab Tidak Siapkan Rencana Hujan Buatan

RadarBekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi belum ada rencana untuk menyiapkan hujan buatan bagi wilayah kekeringan di wilayah Kabupaten Bekasi. Meskipun terdapat 788 hektar lahan pertanian yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu, kekeringan paling luas terjadi di Kecamatan Bojongmangu seluas 716 hektar dengan kategori kekeringan ringan.

Kekeringan lainnya juga berada di Kecamatan Sukatani dengan luas mencapai 28 hektar untuk kekeringan ringan dan 16 hektar untuk kekeringan sedang. Selanjutnya kekeringan terjadi di Cibarusah dengan total luas 28 hektar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Adeng Hudaya mengatakan, pihaknya lebih mengedepankan memberikan bantuan air bersih kepada masayrakat.

Menurut Adeng, pihaknya selalu berkomunikasi dengan kepala desa serta pihak kecamatan untuk mendistribusikan air bersih.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang telah mendapatkan bantuan air bersih untuk berkomunikasi dengan aparatur pemerintahan ataupun RT/RW. ”Untuk penanganan kekeringan, kami hanya melakukan pengiriman air bersih. Dan belum ada rencana untuk membuat hujan buatan,” jelasnya, Selasa (16/7).

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Nur mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi supaya lebih cepat mengeluarkan penyertaan modal PDAM Tirta Bhagasasi.

”Saya mah realistis ya, politik itu tidak terlepas pada kepentingan. Kebetulan masyarakat yang mengalami kekeringan merupakan wilayah pemilihan saya. Jadi hal yang wajar ketika harus berjuang untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Cecep mengaku telah menghubungi Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja untuk segera melembardaerahkan perda yang sudah dievaluasi oleh Gubernur Jabar. ”Kepentingan masyarakat sudah mendesak, regulasi prosesnya sudah ditempuh. Terus apalagi yang ditunggu. Masa harus melihat masyarakat terus untuk antri air, kan kasihan,” terangnya. (and)

Close