BekasiCikarangLingkunganPelayanan

BKSDA 20 Kali Evakuasi Satwa Dilindungi

BKSDA 20 Kali Evakuasi Satwa Dilindungi
HEWAN DILINDUNGI: Warga memberikan makan Rusa Tutul di Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (17/7). Status Rusa yang berasal dari India itu dilindungi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I (DKI Jakarta, Kota dan Kabupaten Bekasi) mencatat telah melakukan sebanyak 20 kali evakuasi terkait kepemilikan hewan dilindungi secara illegal di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi sejak awal tahun 2019.

Kepala Resor Wilayah I Badan Konservasi Sumber Daya Alam, Marwan mengatakan, jumlah tersebut menunjukan bahwa Bekasi merupakan wilayah terbanyak yang dilakukan evakuasi penjemputan jenis hewan yang dilindungi.

”Paling banyak Bekasi, baik Kota dan Kabupaten Bekasi. Dari pendataan kami ada 20 laporan dan seluruhnya kami sambangi,” katanya saat menghelat sosialisasi perlindungan satwa, di Kawasan Wisata Kawung Tilu, Desa Cipayung, Rabu (17/7).

Menurut dia, fenomena kepemilikan hewan dilindungi masih terjadi di tengah masyarakat. Beberapa di antaranya disebabkan karena ketidaktahuan terhadap aturan yang berlaku.

”Fenomena yang terjadi masih terdapat yang dikuasai masyarakat umum, padahal memang harus diserahkan pada negara. Namun, banyak yang tidak mengetahui juga sehingga sosialisasi terus dilakukan,” katanya.

Sekadar diketahui, perlindungan satwa berdasarkan Undang-Undang 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, disebut bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati.

Mereka yang melanggar aturan tersebut bahkan dapat dikenai pidana berupa hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta.

”Namun demikian tidak bagi mereka yang menyerahkan pada kami, tentu itu sangat membantu untuk melestarikan kehidupan hewan. Namun, pidana itu dapat dikenakan jika hewan dilindungi negara yang mendapatkan dari pihak yang memiliki secara ilegal,” katanya.

Namun, kepemilikan hewan dilindungi itu diperbolehkan jika untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, dan atau penyelamatan jenis tumbuhan dan satwa yang bersangkutan. ”Jika ada permohonan untuk keperluan konservasi, izin diberikan namun tetap dengan pengawasan dari BKSDA,” kata Marwan.

Polisi Kehutanan Resor Wilayah I BKSDA, Yayan Heriana menuturkan, pihaknya telah mengkarantina sejumlah hewan dari 20 evakuasi yang dilakukan. Seperti buaya, elang, lutung hingga siamang. ”Jenis burung yang dilindungi. Dalam beberapa kasus, masyarakat banyak yang tidak tahu jika hewan itu dilindungi,” katanya.

Yayan menyampaikan, sosialisasi terus dilakukan untuk mengedukasi masyarakat yang mengetahui keberadaan hewan dilindungi. Masyarakat yang mengetahui keberadaan hewan dilindungi dapat melapor pada call center yakni 081289643727. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker