CikarangKesehatanPemkabPeristiwa

Dua Pejabat Positif Narkoba Gegara Stroke

Dua Pejabat Positif Narkoba Gegara Stroke
TES URINE: Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi tengah mengikuti tes urine yang dilakukan oleh BKPPD Kabupaten Bekasi bersama BNK Bekasi. IST/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Dua pejabat tingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi positif menggunakan narkoba. Jenis narkoba yang terkandung pada tes urine dua pejabat tersebut adalah benzodiazepine.

Hal ini terdeteksi saat Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi melakukan tes urine, Rabu (17/7). Tes urine dilakukan kepada sebanyak 73 pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi. Diantaranya, 27 pejabat eselon II dan 46 pejabat eselon IIIa.

Sekadar diketahui, seluruh obat yang tergolong benzodiazepine merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Karena tergolong obat, efek samping dari pemakaian benzodiazepine pun cukup bervariasi.

Selain itu, konsumsi benzodiazepine dapat menyebabkan rasa ngantuk, bingung, pusing, hingga kehilangan kemampuan menentukan arah. Dalam tahap berat, konsumsi benzodiazepine dapat menyebabkan gangguan penglihatan, penurunan kesadaran hingga sakit kepala dan gejala depresi.

Meskipun dinyatakan postiif narkoba, dua pejabat tersebut tidak menjalani hukuman tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Sebab keduanya sedang dalam proses pengobatan penyakit stroke yang dideritanya.

”Ada dua pejabat tingkat eselon II yang terdeteksi positif narkoba,” kata Tim Dokter BNK Kabupaten Bekasi, dr. Aab Sihabudin usai menggelar kegiatan tes urine di Gedung Dinas Komunikasi Informasi dan Telesandi di Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi, kemarin.

Kepada Radar Bekasi, Aab menuturkan, dirinya sudah mengecek serta mempertanyakan penyakit yang diderita dua pejabat positif narkoba. Selain itu, pihaknya juga mengklarifikasi ke rumah sakit dimana melakukan layanan medis.

”Kami sudah langsung menindaklanjuti, karena untuk pengobatan, dan dari pihak kepolisian yang turut mendampingi juga tidak tergolong tindak pidana penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close