MetropolisPendidikan

Evaluasi Sekolah Swasta

RadarBekasi.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta sejumlah sekolah swasta meningkatkan kualitas dan tidak menunggu limpahan siswa yang gagal dari sekolah negeri.

Kondisi itu sekaligus menyikapi fenomena menurunnya siswa sekolah swasta di beberapa daerah termasuk fenomena yang terjadi di Bekasi.

”Kalau kejadian di Bekasi swasta hanya mendapat dua murid, ya harus ditutup, dan ini memang resiko. Makanya saya mohon swasta juga harus serius, tidak boleh lagi sekadar untuk menampung tumpahan dari siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, saya kira itu sudah selesai. Era itu (menunggu) sudah bukan jamannya lagi,” ungkap Muhadjir dalam kunjungannya di SMPN 1 Muaragembong, Selasa (17/7) lalu

Diketahui, salah satu sekolah swasta di lingkungan Kelurahan Kayuringinjaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi hanya kedatangan dua orang murid pada tahun ajaran baru 2019. Bahkan, jumlah siswa seluruhnya tidak mencapai 20 orang.

Untuk kelas tujuh saat ini berjumlah dua siswa, sementara kelas delapan berjumlah lima siswa dan kelas sembilan berjumlah 12 siswa, masing-masing tingkat satu rombel.

Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah tertuang klasifikasi setiap rombel ditingkat pendidikan dasar dan menengah.

Untuk pendidikan menengah pertama tertuang jumlah rombel untuk SMP atau MTs sebanyak tiga dan maksimal 33. Sementara untuk jumlah siswa setiap rombelnya sebanyak 32 siswa.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi sekolah swasta di Kota Bekasi yang dikabarkan hanya menerima dua siswa.

”Ini akan kita lihat. Akan kita evaluasi. Saya juga belum ada laporan, ini kendalanya dimana,” ungkapnya.

Inay menambahkan, hal ini dipengaruhi oleh faktor kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, dan berimbas pada jumlah siswa yang mendaftar setiap tahunnya.

Selain itu, ia juga menyinggung perihal sarana dan prasarana pendidikan yang ada di sekolah-sekolah swasta yang kekurangan siswa tersebut.

”Nanti akan kita lakukan evaluasi. Sekolah swasta kan banyak sekali, menjamur. Tapi apakah memenuhi delapan standar pendidikan atau tidak,” imbuhnya saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close