Berita UtamaPeristiwa

Warga Bekasi Ditahan di Tiongkok

Warga Bekasi Ditahan di Tiongkok
PANDANGI FOTO : Sepupu dari keluarga kapten Juliantono memandangi foto wajah Juliatono Ginting, Kapten kapal Heng Smooth yang ditahan oleh kepolisian tiongkok karena diduga bawa barang ilega saat ditemui di kediamanya di Perumahan Puri Pesona, Jatiranggon, Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (17/7)RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Rumah nomor B-8 di Perumahan Puri Pesona, Jati Ranggon, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi nampak sepi ketika disambangi Radar Bekasi, kemarin. Di dalam rumah tersebut satu keluarga sedang menunggu kabar dari kepala keluarganya Juliantono Ginting. Ya, sudah 3 bulan terakhir Juliantono ditahan oleh pihak berwenang Tiongkok lantaran kedapatan membawa barang yang diduga ilegal.

Sang istri, Rosidah (31) beserta pihak keluarga mengaku merasa terpukul atas penahanan Juliantono. Dia mengaku tak bisa mengetahui kondisi terkini Juliantono, dikarenakan tak bisa lagi berkomunikasi. Rosida menceritakan pada awalnya sang suami berpamitan pada tanggal 1 Maret lalu untuk bertugas mengantar barang dari Taiwan ke China. Sejak sata itu ia intens menjalin komunikasi dengan sang suami sekedar untuk mengetahui kabar Kapten Juliantono Ginting.

Namun, komunikasi dengan suaminya terhenti sejak 5 April lalu. Rosidah mengaku nomor suaminya tiba-tiba tidak aktif. ”Berangkat tanggal satu Maret, iya betul (sampai tanggal lima April terakhir komunikasi). Enggak bisa kan nomor WhatsApp sudah mati, HP, nomor sudah tidak bisa dihubungi,” kata Rosidah kepada Radar Bekasi, kemarin.

Ibu dengan dua orang anak ini mengaku, suaminya berpamitan untuk mengantar kapal bermuatan ceker sebagai master di kapal Heng Smooth. Khawatir dengan kondisi suaminya, Rosidah mencoba untuk mencaritahu perihal keadaan suaminya kepada PT Armada Maritim Nusantara, agen yang memberangkatkan Kapten Ginting.

Namun, dia tidak mendapatkan jawaban yang pasti atas nasib suaminya, ”Ditahan sejak bulan April. Dia berangkat tanggal 1 Maret menuju Taiwan. Saat tanggal 2 dia sempat ngabarin sudah sampai di Taiwan. Video call juga sama anak-anak,” ujarnya lirih.

Sementara itu kuasa hukum Rosidah, James Slamet Tambunan menceritakan kliennya ditahan di negeri tetangga dengan dugaan telah menyelundupkan barang biasa. Berdasarkan kontrak kerjanya, Kapten Ginting ternyata berlayar menggunakan kapal yang tidak sesuai dengan ketentuan kontrak.

”Dikontrak itu dia sebagai master. Nah tetapi entah bagaimana ceritanya setelah dia tiba disana dikabari bahwa dia dinaikkan di kapal bernama Heng Smooth. Sebenernya saya nggak tau apakah mereka itu satu perusahaan atau bagaimana,” ungkapnya.

Menurutnya, sang istri sudah coba untuk mencari tahu kondisi kapten Ginting berbekal kontrak kerja yang ditemukan di Hard Disk computer milik suaminya. Perusahaan keagenan yang memberangkatkan suaminya yakni PT Armada Maritim Nusantara sama sekali tidak memberitahukan kabar tentang kondisi kapten Ginting. Tanggal 15 Juli lalu, surat pemberitahuan perihal penahanan kapten Ginting. Surat tersebut langsung ditujukan ke rumah Rosida lengkap dengan stempel basah kejaksaan China.

”Dapat pemberitahuan dari kejaksaan China yang pada intinya menyatakan, pada saat ini kapten julianto ginting ini saat ini dilakukan penahanan, oleh karena disangka melakukan penyelundupan barang biasa, itu yang bisa kami terjemahkan dari surat penahanan yang berbahasa China itu,” tambahnya.

Saat ini James sudah melaporkan perihal penahanan kapten Ginting kepada Kementrian Luar Negeri dan Presiden Republik Indonesia. kliennya sempat dibungkam dengan cara diancam untuk tidak membeberkan kasus ini kepada publik melalui media masa, jika tetap dilakukan perusahaan keagenan tersebut tidak akan membantu untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh kapten Ginting.

James menyayangkan PT Armada Maritim Nusantara tidak langsung meneruskan persoalan ini kepada kementrian luar negeri maupun kedutaan besar Indonesia untuk China. ”Apalagi sampai dia dihukum disana jangan sampai lepas tangan, pemerintah harus hadir disitu,” imbuhnya. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close