Cikarang

Pemkab Kejar Pembahasan KUA-PPAS

Pemkab Kejar Pembahasan KUA-PPAS
KABUPATEN BEKASI MEMBANGUN: Pengendara melintasi taman di Jalan Cikarang-Cibarusah, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (18/7). Organisasi Perangkat Desa (OPD) sangat berpengaruh terhadap pembangunan wilayah Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus berupaya untuk bekerja lebih maksimal dalam menyelesaikan program kerja. Baik itu dalam pembangunan serta maupun memaksimalkan pelayanan publik.

Untuk merealisasikannya, tentu diperlukan kebijakan anggaran yang berpihak pada program yang telah direncanakan.

Asisten Daerah III (Asda III) Pemkab Bekasi, Suhup menuturkan, saat ini pihaknya tengah mengejar pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS). Atas perintah Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, kata dia, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan untuk lebih maksimal.

”Pemkab saat ini sudah mulai melakukan pembahasan KUA–PPAS untuk anggaran Perubahan tahun 2019. Sebab kami ingin mengejar pembahasan dilakukan oleh anggota DPRD periode 2014-2019,” ujarnya.

Dia mejelaskan, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2019 diprediksi dapat molor lebih lama jika pembahasan KUA-PPAS dilakukan bersama dengan anggota DPRD terpilih tahun 2019-2024.

Hal itu, dikhawatirkan akan menyebabkan pembangunan yang sudah direncanakan terhambat lantaran persoalan anggaran.

Sehingga, pihaknya mengimbau bagi para perangkat daerah untuk mengejar ketertinggalan pelaksanaan kegiatan yang harusnya sudah dapat dilaksanakan.

”Tahun ini masa transisi pada anggota legislatif, tentunya kepentingan untuk pengesahan APBD sangat berpengaruh. Oleh sebab itu, salah satu langkah untuk memaksimalkan Pemkab Bekasi harus dapat bekerja secara inovatif dan kreatif demi tercapainya suatu program yang sudah direncanakan,” tuturnya.

Dia menyampaikan, untuk masalah pembangunan fisik serta pemaksimalan pelayanan publik sudah mulai berjalan dengan baik. ”Intinya untuk para birokrat harus menanam dalam hati nurani sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki tanggung jawab penuh pada kepentingan masyarakat,” katanya.(and/adv)

Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker