Olahraga

FPTI Tambah Jam Terbang Atlet Pemula

Ikut Kejurprov Jabar

FPTI
KEJUARAAN: Belasan atlet muda Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bekasi menjelang pertandingan kejuaraan provinsi (Kejurpov) di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, 16-20 Juli 2019.

Radarbekasi.id – Belasan atlet muda Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bekasi diterjunkan pada kejuaraan provinsi (Kejurpov) Jawa Barat di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, 16- 20 Juli 2019.

Pelatih FPTI Kota Bekasi, Asep Setiawan memilih menerjunkan atlet muda guna menambah jam terbang dan melihat kualitas hasil pembinaan.

”Bagaimanapun, untuk menemukan bibit baru potensial tidak hanya dengan mejalankan latihan saja. Melainkan dengan diikutsertakan pada kejuaraan, dan ini salah satu tahapan kita untuk mencari bibit potensial,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (18/7).

Pelatih yang akrab disapa Bolil itu mengaku, kejuaraan yang diikuti oleh 24 Pengcab se-Jawa Barat, sudah memberikan pengalaman baru. Dari 15 atlet pemula yang dikirim, kata dia, satu medali perunggu sudah dikantongi di nomor lead.

”Kita belum merekap semua. Karena nomor lainnya masih penyisihan,” katanya.
Lebih lanjut, semua nomor yang dipertandingkan bisa di isi 15 atlet binaan asli Kota Bekasi. Dari mulai kategori speed, lead, boulder dan combined.

”Kita tidak menargetkan medali pada kejuaran ini. Di event ini, kita sudah bisa melihat kekuarangan atlet binaan yang selanjutnya akan kita benahi,” katanya.

Perlu diketahui, kata dia, dari 15 atlet yang diterjunkan, beberapa diantaranya masih mengikuti tahapan eksebisi.

”Dari 15 atlet pemula, ada tiga yang masih eksebisi, karena usianya masih dibawah 10 tahun. Sisanya di atas 10 tahun,” bebernya.

Mengambil resiko pembinaan usia dini memang dilakukan pengcab FPTI Kota Bekasi. Menurutnya, tugas pembinaan yuang mesti dijalankan pengcab adalah bagin inti dalam satu cabang olahraga di Kota Bekasi.

Dari hasil kejuaraan tersebut lanjut Bolil, menjadi barometer pembinaan atlet muda. Diakuinya pembinaan tak cukup hanya latihan namun jam terbang atau pengalaman atlet perlu ditambah.

Sejauh ini, pihakanya sudah melihat potensi atlet yang bakal memperkuat FPTI di Porda 2022 nanti.

”Proyeksinya setiap porda ada di atet baru. Potensi saat ini, kita sudah melihat beberapa di usia 16 dan 17 tahun,” tukasnya.

Tepisah, Ketua FPTI Kota Bekasi, Dindin Abidin mengaku sengaja mengirim sejumlah atlet muda ditengah prestasi atlet senior yang kini sudah masuk Pelatda PON dan pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

Diakuinya perlu regenerasi atlet dengan mempersiapkan atlet pelapis untuk Porda 2022 mendatang. ”Atlet muda ini perlu pengalaman, kita terus support dan ini proses pembinaan juga. Untuk senior saat ini sudah ada wakil di Pelatda dan Pelatnas,” tandasnya. (dan/one)

Tags
Close