Berita UtamaPemkot

Ketua Koperasi Pemkot Siap Berunding

Kasus Pemecatan Pegawai KPPKB

RadarBekasi.id – Ketua Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bekasi (KPPKB) Dedi Djuanda, memastikan pihaknya akan menempuh jalur perundingan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai KPPKB atas nama Goentoer Tandiono.

“Pasti kami akan menempuh jalur perundingan. Saya kan juga datang waktu mediasi, Selasa (16/7) kemarin. Cuma memang saya datangnya telat hari itu karena sibuk ikut Hari Koperasi,” ungkap Dedi Djuanda saat ditemui Radar Bekasi, Kamis (18/7).

Keputusan PHK itu, menurut Dedi, sudah melalui berbagai pertimbangan. Mulai dari kondisi keuangan koperasi saat ini hingga masalah kesehatan pegawainya tersebut.

“Wartawan pasti tahu kondisi pemkot saat ini kan. Ada defisit kan. Yang kondisi ini ikut mempengaruhi pendapatan PNS yang notabene anggota koperasi,” terang pensiunan PNS Pemkot Bekasi ini.

Dedi mengklaim, dari sekitar 3.000-an anggota KPPKB, sejak Januari 2019 terdapat 100 anggotanya yang keluar karena kesulitan keuangan dan tidak mampu lagi mengikuti program koperasi. “Jadi kondisi ini mempengaruhi sekali bagi keuangan koperasi,” imbuh pria berusia 64 tahun ini.

Selain faktor “turbulensi” keuangan yang menimpa koperasi sejak 2018, sambung Dedi, pihaknya menilai ada kondisi kesehatan yang dialami pegawainya atas nama Goentoer.

“Ada kondisi kesehatan yang bersangkutan, yang menurut saya mempengaruhi produktivitasnya dalam bekerja,” kata Dedi.

Meski begitu, lanjut Dedi, keputusan pemecatan ini akan dihadapinya di meja perundingan. “Kalau memang ada yang dianggap tidak prosedural dalam keputusan ini, ya kami siap dimediasi,” ujarnya seraya mengatakan menunggu undangan mediasi kedua yang difasilitasi Disnaker Kota Bekasi. (zar)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close