Cikarang

Pencaker Lokal Harus Bersaing

Pencaker Lokal Harus Bersaing
BANYAK PENDATANG: Pencari kerja (pencaker) melihat-lihat stand perusahaan saat job fair di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (18/7). Job Fair Pemerintah Kabupaten Bekasi dipenuhi warga luar Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Warga Kabupaten Bekasi yang hendak mencari kerja dalam job fair yang dilakukan Pemkab Bekasi perlu bersaing dengan warga pendatang. Karena, sejumlah warga pendatang nampak mengikuti kegiatan job fair yang diadakan di Lotte Mart, Cikarang Utara, Kamis (18/7) ini.

Peserta job fair asal Kebumen, Rinda (18) mengaku nekat datang seorang diri ke Kabupaten Bekasi setelah mendapatkan informasi melalui media sosial. Menurutnya, hal ini dilakukan karena mencari pekerjaan di daerah asal sangat susah.

”Kalau di daerah saya susah nyari pekerjaan. Saya baru lulus sekolah, setelah dapat informasi ada job fair saya ke sini sendirian, ini pertama saya datang ke Bekasi,” ujarnya kepada Radar Bekasi kemarin.

Dia optimis bisa bersaing dengan peserta lainnya walaupun hanya membawa ijazah Sekolah Menangah Keatas (SMK). ”Saya banyak bawa lamaran pekerjaan pada hari ini. Mudah-mudahan bisa diterima di salah satu perusahaan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya asal Majalengka, Fadli (19). Dia datang karena ingin mencari pekerjaan di Kabupaten Bekasi. ”Kalau di daerah saya kalau mau kerja harus pakai uang. Makanya saya memberanikan diri datang ke Bekasi untuk mencari pekerjaan,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Edy Rochyadi mengatakan, pihaknya telah meminta agar perusahaan yang terlibat dalam job fair mengutamakan asal Kabupaten Bekasi. ”Saya tidak hitung berapa persen kesempatan warga Bekasi bisa diterima, kita ada rapat sebelum kegiataan ini, dan kita tekankan agar orang Bekasi yang bisa diterima,” katanya.

Edy menambahkan, dalam job fair tersebut terdapat sebanyak 35 dari sekitar 5.000 perusahaan di Kabupaten Bekasi. Angka itu tentunya masih sangat jauh. Dia beralasan, disebabkan karena masalah kapasitas dan keterbatasan anggaran.

“Kita ada sistem anggaran, sehingga tidak mungkin lebih. Ini berkaitan anggaran, kita tidak bisa menampung sebanyak itu, karena kita paling tinggi 35 perusahaan, dan kegiatannya ada tiga kali dalam setahun,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan job fair tahun 2019 direncanakan akan terdapat sebanyak 2.877 lowongan. Pada hari pertama job fair, sudah ada sebanyak 1.788 peserta datang melamar.(pra)

Close