Politik

PKS Minta Partai Pengusung dan Bupati Serius

Radarbekasi.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Bekasi mengharapkan ada tindakan tegas dari DPD Golkar Jawa Barat dan DPD Golkar Kabupaten untuk menentukan siapa Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bekasi.

Pasalnya, dalam pemilihan Wakil Bupati Bekasi yang sedang ramai diperbincangkan, karena banyaknya penolakan nama Cawabup, dan beredarnya surat rekomendasi dari DPD Golkar Jawa Barat terhadap dua nama yang diduga palsu, yakni Tuti Nurcholifah Yasin dan Ahmad Marzuki, sehingga membuat masyarakat semakin bertanya-tanya.

”Dengan kondisi seperti ini dibutuhkan keseriusan partai pengusung dan Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja untuk mengambil sikap tegas mengenai kandidat Wakil Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2017-2022,” ujar Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Muhammad Nuh, Rabu (17/7).

Artinya, kalau masih banyak penolakan dari masyarakat Bekasi mengenai Cawabup, Bupati dan partai pengusung perlu mensosialisasikan kandidat dengan baik. Mungkin saja, masyarakat hanya butuh kepastian dan visi misi Cawabup tersebut.

“PKS sangat memahami, bahwa masyatakat dan tokoh Bekasi tidak ingin menjadi korban lantaran salah dalam menentukan Wakil Bupati Bekasi. Walau bagaimana juga, ini menentukan proses pembangunan di Kabupaten Bekasi dua tahun kedepan,” kata Nuh.

Bicara pemilihan yang akan dilakukan sebelum atau setelah pelantikan dewan baru, kata Nuh, itu kewenangan dari partai pengusung dan Bupati maunya kapan. Sebab dalam konteks ini, PKS tidak bisa memberikan masukan. Kecuali setelah pelantikan dewan baru, PKS bisa memberi masukan.

“Yang butuh wakil itu kan Bupati, jadi Bupati harus punya sikap dan keberanian, bagusnya kapan pemilihan. Tapi yang pasti, setelah pelantikan dewan baru, kami (PKS) baru punya hak memberi saran, karena jumlah kursi PKS banyak,” tegasnya. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker