Cikarang

Terpaksa Manfaatkan Sumur Buatan

Kebon
TIDAK BERFUNGSI: Saluran irigasi penghubung yang harusnya berfungsi kini kondisinya tertutup tanah dan tumbuhan di Kampung Asem, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (18/7). CR43/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Petani di Kampung Asem, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan harus memanfaatkan sumur buatan untuk mengairi lahan pertaniannya. Pasalnya, kondisi drainase di lokasi tersebut tidak berfungsi optimal.

Pantauan Radar Bekasi, saluran irigasi penghubung tersebut tertutup tanah dan tumbuh sejumlah pohon pisang serta tanaman liar.

Warga setempat, Mukirto (50) mengatakan, saluran irigasi penghubung tersebut telah lama tidak dapat mengairi areal persawahan dan ladang sayuran di wilayah setempat karena tertutup endapan tanah.

“Meskipun warga sudah melaporkannya ke pemerintah desa untuk dapat dikeruk tanah tersebut sampai sekarang belum dilaksanakan, warga ingin saluran irigasi dapat berfungsi semestinya,” katanya kepada Radar Bekasi, Kamis (18/7).

Dikatakan dia, warga setempat ingin melakukan kerja bakti untuk mengeruk tanah yang mengendap di saluran irigasi penghubung tersebut. Namun terkendala peralatan dan biaya.

“Tadinya mau dilakukan gotong royong sama warga cuma terkendala peralatan dan biaya untuk melakukan pengerukan. Untuk mensiasatinya warga membuat sumur atau kubangan air, karena kalau dilihat pengerukan tidak mudah dilakukan secara manual tetapi harus menggunakan ekskavator kecil,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Babelan Kota, Saidih mengatakan, pihaknya akan melakukan perawatan terhadap saluran-saluran yang kondisinya sudah tidak berfungsi atau tidak dapat lagi teraliri air di wilayah tersebut.

”Untuk saluran irigasi penghubung itu sudah termasuk terdata karena adanya laporan warga terhadap saluran itu, jadi nanti ada sejumlah titik saluran yang akan mendapatkan perawatan,” katanya. (cr43)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker